SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa kinerja sektor ketenagakerjaan Kota Sukabumi hingga Mei 2026 menunjukkan lonjakan signifikan pada berbagai indikator utama, mulai dari jumlah pencari kerja, partisipasi pelatihan vokasi, hingga keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke berbagai negara tujuan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ayep Zaki melalui pernyataan resminya yang diterima redaksi sukabumitimes.com pada Selasa (16/6/2026).
“Alhamdulillah masyarakat telah memberikan kepercayaan pada pilar ketenagakerjaan Kota Sukabumi yang sangat besar. Ini menjadi indikasi bahwa strategi dan kebijakan Pemerintah Kota sudah berada di jalan yang benar,” ujar Ayep Zaki dalam keterangannya.
Data ketenagakerjaan Kota Sukabumi periode Mei 2026 mencatat capaian yang melampaui target bulanan maupun kumulatif tahunan. Salah satu indikator yang menonjol adalah tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi yang difasilitasi pemerintah daerah.
Tercatat, dari total 1.256 pencari kerja aktif yang terdaftar sepanjang Mei 2026, sebanyak 1.005 orang atau sekitar 80 persen memilih mendaftar sebagai CPMI. Sementara itu, hanya 251 orang atau sekitar 20 persen yang mengincar pekerjaan di sektor domestik.
Menurut Ayep, fenomena tersebut menjadi gambaran perubahan orientasi angkatan kerja Kota Sukabumi yang kini semakin terbuka terhadap peluang kerja global.
“Ini menjadi fenomena dan sekaligus menjadi katup penyelamat bagi keterbatasan daya tampung industri manufaktur lokal di Sukabumi. Kalau hanya mengandalkan manufaktur yang ada di Kota Sukabumi, selain kuotanya terbatas, gajinya juga tidak sebesar bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Hingga Mei 2026, jumlah pencari kerja yang tercatat secara kumulatif telah mencapai 2.933 orang. Angka tersebut dinilai sebagai bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem layanan ketenagakerjaan yang transparan dan bebas dari praktik perekrutan ilegal.
Selain penempatan kerja, Pemerintah Kota Sukabumi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi secara masif. Sepanjang Mei 2026, peserta pelatihan CPMI mencapai 1.097 orang atau melonjak hingga 661 persen dari target bulanan yang ditetapkan.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.562 calon tenaga kerja telah menyelesaikan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi hingga Mei 2026.
“Program pelatihan ketenagakerjaan ini diakselerasi Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi dan fokusnya adalah pada penguasaan keterampilan praktis siap pakai. Jadi mereka yang ikut pelatihan memang disiapkan untuk bisa langsung bekerja,” terang Ayep.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar kerja internasional, tetapi juga mendukung pengembangan tenaga kerja di dalam daerah melalui berbagai program kejuruan.
“Makanya, kurikulum pelatihan memang dirancang secara khusus melalui metode yang menitikberatkan porsi praktik langsung agar angkatan kerja muda Kota Sukabumi memiliki kualifikasi tinggi yang diakui oleh standar industri internasional,” katanya.
Program pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang keterampilan seperti pengelasan, menjahit, barista, hingga kemampuan komunikasi publik atau public speaking.
Sementara itu, pada aspek penempatan tenaga kerja luar negeri, kinerja Kota Sukabumi juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, sebanyak 382 CPMI berhasil diberangkatkan ke berbagai negara tujuan, atau mencapai 460 persen dari target bulanan.
Secara kumulatif, jumlah pekerja migran resmi asal Kota Sukabumi yang telah ditempatkan hingga Mei 2026 mencapai 503 orang. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah melepas 50 pekerja migran untuk bekerja di Kuwait dan Turki.
Ayep meyakini, keberangkatan ratusan pekerja migran tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui peningkatan remitansi yang masuk ke daerah.
“Dalam jangka panjang, pada saatnya nanti, dinamika ini akan membantu menggerakkan roda perekonomian dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota,” tegasnya.
Menurut Ayep, capaian tersebut menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan ketenagakerjaan yang dilakukan pemerintah daerah telah berjalan efektif.
“Lonjakan angka pelatihan dan penempatan kerja global ini merupakan bukti nyata dari efektifnya reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan ketenagakerjaan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pekerja yang diberangkatkan ke luar negeri, tetapi juga memastikan setiap pekerja memiliki kompetensi yang memadai, perlindungan sosial, serta dokumen resmi yang lengkap.
“Keberhasilan menempatkan 503 tenaga kerja terampil hingga pertengahan tahun 2026 ini akan menjadi pilar pendukung yang kokoh bagi ketahanan ekonomi keluarga di Kota Sukabumi, sekaligus menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka di wilayah perkotaan secara signifikan,” kata Ayep.
Lebih lanjut, Ayep meminta seluruh perangkat daerah, terutama Dinas Tenaga Kerja, untuk terus memperluas kerja sama dengan lembaga pelatihan dan agen penempatan resmi berskala internasional guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program ketenagakerjaan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas masyarakat serta mendukung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi yang ditargetkan mencapai Rp120 miliar.
Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi bahkan berencana membuka kesempatan yang lebih luas bagi calon pekerja migran dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan akses penempatan kerja luar negeri melalui fasilitas yang tersedia di Kota Sukabumi.
“Kota Sukabumi kini membuka diri bagi CPMI dari berbagai daerah lain di Indonesia untuk menangkap kesempatan kerja ke luar negeri. Pemkot Sukabumi juga akan memberi dukungan penuh melalui upaya fasilitasi, bimbingan kerja, serta penyediaan pusat informasi kerja yang kredibel,” ungkap Ayep.
Dengan langkah tersebut, Kota Sukabumi menargetkan diri menjadi pusat pemberangkatan tenaga kerja resmi sekaligus Kota Ramah Migran yang memiliki daya saing global.
“Dengan visi besar tersebut, kini kami mempunyai slogan strategis, yaitu ‘Kota Sukabumi untuk
Indonesia, Kota Sukabumi Mendunia’,” pungkas Ayep Zaki.
































