Diikuti 344 Peserta, Ayep Zaki Targetkan Kota Sukabumi Juara Umum Kejurda Catur Jabar 2026

SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menargetkan kontingen Kota Sukabumi mampu meraih gelar juara umum dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Jawa Barat 2026 yang tahun ini digelar di Kota Sukabumi dari tanggal 15 – 19 Juni 2026.

Ayep mengatakan, status sebagai tuan rumah harus menjadi motivasi tambahan bagi para pecatur Kota Sukabumi untuk menorehkan prestasi terbaik. Terlebih pada Kejurda tahun sebelumnya, Kota Sukabumi berhasil menempati posisi juara umum kedua dan hanya kalah tipis dari Kabupaten Bogor.

Pernyataan tersebut disampaikannya dihadapan sukabumitimes.com sesaat setelah membuka Kejurda Catur Jabar 2026 yang bertempat di Hotel Sukabumi Indah Kabupaten Sukabumi pada Selasa (16/6/2026).

“Target kita jelas, juara umum. Tahun lalu Sukabumi hampir juara umum, tepatnya juara umum kedua. Pemenangnya Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan di kejuaraan sekarang Sukabumi bisa jadi juara umum. Amin, amin, amin,” ujar Ayep Zaki.

Menurutnya, penyelenggaraan Kejurda Catur Jawa Barat di Kota Sukabumi merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan baik.

“Kejurda Jawa Barat dilaksanakan di Kota Sukabumi dan ini menjadi kehormatan untuk Kota Sukabumi. Mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan sukses dan prestasinya juga meningkat,” katanya.

Ayep menilai Kota Sukabumi memiliki sejarah panjang dalam dunia catur. Bahkan pada masa lalu, para pecatur daerah dikenal memiliki pusat aktivitas yang cukup populer.

“Sukabumi cukup punya talenta-talenta catur sejak dulu. Dulu para pecatur Sukabumi basecamp-nya di Kapitol. Saya tadi sempat bertanya dan ternyata masih ada beberapa mantan pemain Kapitol yang hadir,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti Kejurda tahun ini. Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi atlet catur berjalan baik di Jawa Barat.

“Ada pecatur paling muda usia empat tahun dari Karawang dan ada pecatur paling tua berusia 73 tahun. Dari Sukabumi sendiri juga ada peserta usia lima tahun dan sembilan tahun. Ini menunjukkan pembinaan catur berjalan dan banyak talenta baru yang muncul,” ujarnya.

Ayep menyebut sekitar 25 pecatur Kota Sukabumi turut ambil bagian dalam berbagai kategori yang dipertandingkan.

“Kurang lebih ada 25 pecatur dari Kota Sukabumi yang ikut dalam berbagai kelompok umur dan kategori pertandingan,” katanya.

Selain mengejar prestasi, Ayep menegaskan bahwa sportivitas harus tetap menjadi prioritas utama selama kejuaraan berlangsung.

“InsyaAllah target juara umum. Tapi semuanya harus fair play. Kalau catur, saya yakin fair play karena yang bertanding adalah kemampuan berpikir dan strategi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Percasi Kota Sukabumi, Erwin Argundata, menjelaskan Kejurda Catur Jawa Barat 2026 mempertandingkan 17 nomor resmi yang terdiri dari 14 kategori junior, satu senior putra, satu senior putri, dan satu kategori veteran.

“Ada 17 nomor yang dipertandingkan. Selain itu ada dua nomor hiburan, yakni pertandingan beregu antar pengurus dan pertandingan antar ketua umum,” jelas Erwin.

Menurutnya, sebanyak 24 kabupaten dan kota dari total 27 daerah di Jawa Barat ambil bagian dalam kejuaraan tersebut dengan jumlah peserta mencapai 344 orang.

“Yang ikut ada 24 kabupaten dan kota dengan total peserta sebanyak 344 orang,” ujarnya.

Erwin mengungkapkan sejumlah atlet nasional dan master internasional turut meramaikan persaingan pada Kejurda tahun ini.

“Ada Dede Liu yang bergelar Master Internasional, kemudian Hamdani Rudin, dan Arif Abdul Hafiz dari Bogor yang sering memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Percasi Kota Sukabumi juga memasang target tinggi.

“Mudah-mudahan bisa juara umum. Tahun lalu di Banjar kami hanya selisih tipis dari Kabupaten Bogor dan harus puas sebagai juara umum kedua,” ujarnya.

Ia berharap Kejurda menjadi momentum lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengangkat prestasi catur Indonesia di tingkat internasional.

“Indonesia saat ini baru memiliki empat Grandmaster. Mudah-mudahan dari kegiatan seperti ini lahir talenta-talenta baru yang nantinya bisa menjadi Grandmaster dan membawa nama Indonesia di dunia internasional,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *