Akhiri Isolasi! Jembatan Baru Cimanggu Buka Akses Aman Warga ke Lahan dan Pemerintahan

SUKABUMITIMES.com – Senyum lega terpancar dari wajah warga Desa Sukajadi dan Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, setelah jembatan penghubung antardesa yang telah lama dinantikan akhirnya resmi difungsikan.

Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Alfamart, dan Yayasan Sehati Gerak Bersama itu diresmikan oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, Rabu (29/7/2026).

Bagi masyarakat setempat, kehadiran jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan solusi atas kebutuhan akses yang selama bertahun-tahun menjadi kendala. Sebelumnya, warga harus melintasi jembatan sederhana berbahan batu alam yang dinilai kurang aman, terutama saat musim hujan.

Rohmah, warga Desa Karangmekar, mengaku bersyukur karena kini aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih mudah dan aman.

“Alhamdulillah, sekarang jembatannya lebih nyaman dan aman. Jembatan sebelumnya tidak memiliki pegangan dan hanya berasal dari batu alam sehingga cukup berisiko dilalui,” ujarnya.

Menurut Rohmah, jembatan tersebut menjadi urat nadi penghubung bagi berbagai aktivitas masyarakat. Selain memperlancar mobilitas menuju lahan pertanian dan perkebunan, keberadaan jembatan juga mempermudah warga mengakses pelayanan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata dia, mengapresiasi berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam menghadirkan fasilitas publik yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Terima kasih kepada Baznas, Alfamart, dan Yayasan Sehati Gerak Bersama yang telah membantu mewujudkan pembangunan jembatan penghubung ini. Semoga menjadi amal kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” kata Asep.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.

Direktur Pengumpulan Perorangan Baznas RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, mengatakan pembangunan jembatan ini menjadi bukti bahwa sedekah masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk infrastruktur yang berdampak nyata.

Menurut dia, pembangunan tersebut berasal dari program sedekah konsumen Alfamart yang kemudian dikelola dan disalurkan melalui kerja sama dengan Baznas.

“Ini merupakan kontribusi nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Regional Manager Corporate Communication Alfamart, Firly Firlandi, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan hasil pengelolaan dana sedekah uang kembalian konsumen yang dipercayakan kepada perusahaan.

“Kami berupaya mengelola amanah tersebut secara bertanggung jawab sehingga dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Firly berharap keberadaan jembatan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui kemudahan akses distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta pelayanan publik.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga filantropi, sektor swasta, dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong.

Di tengah kebutuhan akan pemerataan pembangunan, jembatan di Cimanggu menjadi simbol hadirnya kepedulian yang menjembatani harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *