SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-12 secara berturut-turut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Predikat tertinggi dalam audit keuangan yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut kembali diraih Pemerintah Kota Sukabumi atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
“Raihan WTP ke-12 ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan integritas seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Opini WTP bukan sekadar angka atau syarat administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban nyata kami kepada masyarakat bahwa uang rakyat dikelola dengan benar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 12 tahun berturut-turut bukanlah pencapaian yang diraih dalam waktu singkat. Prestasi tersebut lahir dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Ayep menjelaskan, berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah.
“Salah satunya melalui penguatan sistem informasi keuangan yang mengedepankan digitalisasi pada proses pengadaan barang dan jasa maupun penatausahaan keuangan,” jelas Ayep.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kesalahan administratif sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penggunaan anggaran daerah.
Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan pembinaan bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta perangkat daerah agar mampu mengikuti perkembangan regulasi terbaru terkait pelaporan keuangan dan pengelolaan aset.
Tak hanya itu, sinergi antara perencanaan pembangunan dan penganggaran juga menjadi perhatian utama. Penyelarasan berbagai dokumen perencanaan dengan alokasi anggaran dilakukan agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, pengawasan internal diperkuat melalui peran aktif inspektorat yang melakukan pendampingan serta review sejak awal sebelum laporan keuangan disampaikan kepada BPK.
Ayep menegaskan, capaian tersebut tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai indikator bahwa budaya integritas terus tumbuh dan mengakar di lingkungan birokrasi Kota Sukabumi.
“Capaian WTP ke-12 ini adalah bukti bahwa integritas dalam bekerja telah menjadi budaya di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar selaras dengan tata kelola keuangan yang baik, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga Sukabumi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan terlena dengan prestasi yang telah diraih. Berbagai upaya perbaikan dan inovasi dalam tata kelola keuangan akan terus dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Ke depan kami tidak akan berpuas diri. Tata kelola keuangan yang baik harus menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai inovasi pembangunan. Dengan begitu, target pembangunan daerah dapat dicapai lebih cepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ayep juga menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 12 kali berturut-turut merupakan capaian bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Kota Sukabumi.
“Prestasi ini kami dedikasikan kepada seluruh warga Kota Sukabumi. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menghadirkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan melayani,” pungkasnya. (sya)



























