Ribuan Warga Sukabumi Turun ke Jalan, Desak Program MBG Dilanjutkan

SUKABUMITIMES.com – Koordinator aksi dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yandra Utama Santosa, menyampaikan bahwa masyarakat Sukabumi menginginkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut terus berlanjut karena dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor ekonomi lokal.

“Kita menyampaikan aspirasi dengan tertib, termasuk melakukan pembersihan sampah setelah kegiatan. Ini merupakan aksi gabungan antara relawan MBG, petani, dan masyarakat yang ingin mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Yandra saat aksi damai yang digelar di Kota Sukabumi, Rabu (24/6).

Ribuan warga yang berasal dari Kota dan Kabupaten Sukabumi menggelar long march dari Gedung Juang 45 menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi. Massa yang terdiri dari relawan MBG, petani, pelaku usaha pendukung program, hingga masyarakat umum tersebut membawa petisi yang berisi dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut koordinator aksi, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 5.000 orang. Sepanjang perjalanan, massa menyampaikan aspirasi secara tertib hingga akhirnya diterima oleh perwakilan DPRD Kota Sukabumi.

Yandra menilai keberadaan dapur-dapur MBG telah menciptakan dampak ekonomi yang luas di tengah masyarakat. Program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian berbagai sektor.

“Keberadaan dapur MBG membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan manfaat bagi petani, peternak, pemasok bahan pangan hingga pelaku usaha mikro yang terlibat dalam rantai distribusi,” katanya.

Dalam petisi yang disampaikan kepada DPRD, massa membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta pemerintah pusat tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.

“Pertama, kami meminta program MBG tetap dilanjutkan. Bahkan hasil diskusi kami menilai perlu adanya legal standing tambahan dalam bentuk undang-undang agar para relawan dan pihak-pihak yang saat ini bergantung pada program MBG memiliki jaminan keberlanjutan,” tegas Yandra.

Selain itu, pihaknya juga meminta adanya pembenahan tata kelola program agar pelaksanaannya semakin optimal di lapangan.

“Kedua, kami meminta adanya perbaikan sistem di Badan Gizi Nasional agar ekosistem dapur MBG dapat berjalan lebih baik di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Senada dengan Yandra, Koordinator Aksi lainnya Muhammad Rafi’i Nasution menegaskan bahwa peserta yang hadir dalam aksi tersebut datang secara sukarela karena merasakan langsung manfaat dari program MBG.

“Terkait isu massa bayaran, kami pastikan itu bukan terjadi di Sukabumi. Peserta yang hadir hari ini datang karena panggilan hati,” ujar Rafi’i.

Ia menyebut keberadaan dapur MBG telah menciptakan efek ekonomi berantai yang dirasakan berbagai kalangan masyarakat.

“Dengan adanya dapur MBG, banyak pihak yang mendapatkan manfaat ekonomi, mulai dari petani, pemasok bahan pangan, hingga pelaku transportasi seperti pengemudi ojek,” katanya.

Rafi’i juga menilai berbagai persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan program tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan kebijakan tersebut.

“Kalaupun ada persoalan yang muncul, itu lebih kepada oknum pelaksana yang menyalahgunakan kewenangan, bukan pada konsep programnya. Karena itu program ini tetap harus dilanjutkan dan diperbaiki,” tegasnya.

Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi tersebut berjalan aman dan kondusif. Aparat gabungan dari Polres Sukabumi Kota dan Kodim 0607/Kota Sukabumi melakukan pengamanan sepanjang kegiatan berlangsung.

Setelah menyampaikan aspirasi dan menyerahkan petisi kepada DPRD Kota Sukabumi untuk diteruskan kepada pemerintah pusat, massa membubarkan diri secara tertib. Kegiatan berakhir tanpa insiden dengan seluruh peserta meninggalkan lokasi dalam suasana kondusif. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *