SUKABUMITIMES.COM – Fenomena “lebih besar pasak daripada tiang” tampaknya masih menjadi rapor merah bagi kesehatan finansial masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data terbaru dari OCBC Financial Fitness Index 2025, sebanyak 39 persen masyarakat terpantau masih sering meminjam uang kepada teman atau keluarga bukan untuk kebutuhan mendesak, melainkan demi menunjang gaya hidup.
Laporan yang dirilis pada Rabu (14/1/2026) tersebut mengungkapkan bahwa persoalan utama keuangan bukan lagi sekadar rendahnya pendapatan, melainkan ketidakmampuan dalam mengelola pengeluaran yang tidak sejalan dengan kemampuan finansial.
Survei tersebut mencatat sebanyak 14 persen masyarakat memiliki pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pendapatan mereka. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan manajemen utang yang berisiko.
“Sebanyak 56 persen responden hanya membayar tagihan minimum kartu kredit,” tulis laporan OCBC tersebut.
Meski memberikan keringanan sesaat, praktik ini dinilai berbahaya karena dapat menumpuk beban bunga dalam jangka panjang, yang pada akhirnya justru menjerat pengguna dalam siklus utang.
Faktor eksternal seperti tekanan sosial terbukti menjadi pemicu utama rapuhnya pertahanan finansial.
Data menunjukkan angka yang cukup mengejutkan, 76 persen masyarakat menghabiskan uang hanya untuk mengikuti gaya hidup teman.
Aktivitas seperti nongkrong di tempat hits, liburan mewah, hingga mengikuti tren belanja terbaru dilakukan demi menghindari rasa tertinggal atau Fear of Missing Out (FOMO).
Kebiasaan ini membuat banyak orang kehilangan kendali atas tujuan keuangan jangka panjang, seperti menabung dan investasi.
Selain masalah gaya hidup, survei ini juga menyoroti perilaku spekulasi di tengah masyarakat. Sebanyak 10 persen responden mengaku melakukan spekulasi berlebihan demi mendapatkan keuntungan (cuan) secara cepat.
Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh narasi sukses instan yang marak beredar di media sosial. Minimnya pemahaman akan risiko membuat banyak orang terjebak dalam kerugian finansial akibat ambisi mencari jalan pintas menuju kekayaan. (sya)
































