SUKABUMITIMES.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di lingkungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sukabumi, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan program kerja di tingkat cabang.
Kegiatan dihadiri jajaran pengurus PWNU Jawa Barat bersama pengurus PCNU Kota Sukabumi Hingga pengurus ranting. Selain melakukan evaluasi terhadap administrasi organisasi, forum juga menjadi ruang dialog untuk menyerap berbagai aspirasi serta mencari solusi atas tantangan yang dihadapi pengurus di daerah.
Perwakilan PWNU Jawa Barat menegaskan, monitoring dan evaluasi bukan sekadar agenda pemeriksaan administrasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan, silaturahmi, dan penguatan sinergi antara pengurus wilayah dengan pengurus cabang.
“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara PWNU dan PCNU. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan organisasi dapat diselesaikan secara bersama sehingga roda organisasi berjalan semakin efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Sukabumi, KH Anas Syakirullah, menyambut positif pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Menurutnya, berbagai masukan dari PWNU Jawa Barat menjadi motivasi bagi pengurus cabang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan organisasi kepada warga Nahdlatul Ulama.
Ia menegaskan, PCNU Kota Sukabumi berkomitmen menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan para ulama, sekaligus melakukan pembaruan agar organisasi mampu menjawab tantangan zaman.
“Yang sudah baik akan terus kita pertahankan. Sedangkan berbagai kekurangan hasil evaluasi akan menjadi bahan untuk berinovasi dan berimprovisasi demi pengkhidmatan yang lebih baik kepada Nahdlatul Ulama. Hari ini NU sudah menjadi organisasi yang besar. Bukan lagi NU yang membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan keberkahan dari NU,” katanya.
Menurut Anas, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah penguatan sumber daya manusia, khususnya di bidang administrasi dan digitalisasi organisasi. Meski demikian, PCNU Kota Sukabumi telah mulai menerapkan sistem administrasi digital melalui aplikasi Digdaya dan memiliki tenaga administrasi di tingkat cabang.
“Kendala saat ini lebih banyak berada di tingkat bawah yang masih membutuhkan SDM khusus untuk mengelola administrasi berbasis digital. Ke depan kami akan terus melakukan sosialisasi dan penguatan kapasitas agar transformasi digital organisasi dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, PWNU Jawa Barat berharap seluruh PCNU di wilayah Jawa Barat mampu membangun tata kelola organisasi yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan pengabdian kepada umat dan bangsa. (rus).


























