SUKABUMITIMES.com — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan komitmennya untuk membawa Kota Sukabumi menuju daerah yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ayep Zaki mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan tagline HUT RI ke-81, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
“Peringatan HUT RI ke-81, tagline-nya kan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Dan saya sudah kumandangkan sejak 2025, sejak saya dilantik, Sukabumi yang Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur,” kata Ayep Zaki.
Menurutnya, visi tersebut secara bertahap mulai diarahkan melalui berbagai program pembangunan dan peningkatan kinerja pemerintahan di Kota Sukabumi.
“Itu sudah kita arahkan menuju ke sana,” ujarnya.
Ayep juga menyoroti capaian kinerja Pemerintah Kota Sukabumi melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia menyebut sejumlah indikator telah menunjukkan hasil yang cukup baik.
“Keberhasilan-keberhasilan secara nasional, Kota Sukabumi juga sudah memperlihatkan keberhasilan-keberhasilannya dari SAKIP,” ungkapnya.
“Tadi juga sudah saya sampaikan nilainya ada yang 90, 96, bahkan ada yang 98. Artinya A, baik, dan sangat baik,” lanjut Ayep.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak membuat Pemkot Sukabumi berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, seluruh indikator pembangunan akan terus didorong agar mengalami peningkatan.
“Kita akan terus upayakan seluruh indikator-indikator ini terus tumbuh,” tegasnya.
Ayep menjelaskan, terdapat 26 indikator yang menjadi fokus dalam mengukur keberhasilan pembangunan Kota Sukabumi.
“Rapotnya pembangunan Kota Sukabumi ini adalah 26 indikator. Jadi kita fokus di situ,” katanya.
Ia optimistis, dengan konsistensi pembangunan dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, Sukabumi dapat menjadi daerah terdepan dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
“Insyaallah Sukabumi terdepan dalam perwujudan daripada bersatu, berdaulat, menuju Sukabumi adil dan makmur secara bertahap,” tuturnya.
Ayep menyadari, mewujudkan visi tersebut membutuhkan proses dan kerja berkelanjutan.
“Perlu saya kerja dulu paling tidak empat tahun ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kabar rencana kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2027 menjadi sekitar Rp1,3 triliun, Ayep menyebut peningkatan anggaran memang diperlukan untuk mendukung pembangunan.
“Iya, otomatis dong harus naik. Harus, dan mudah-mudahan akan naik,” katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa angka tersebut belum final karena saat ini masih dalam tahap pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
“Ini kan baru KUA-PPAS, belum resmi. Nanti resminya di Desember. Masih banyak perubahan,” jelasnya.
Ayep juga memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses penyusunan anggaran tersebut.
“Enggak ada, enggak ada. Semua juga normatif saja, itu kan sudah standar penyusunannya,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan utama bukan pada proses penyusunan, melainkan menentukan program mana yang menjadi prioritas.
“Hanya saja peruntukan skala prioritas mana saja,” katanya.
Ia menegaskan, kebutuhan operasional dan program yang paling mendasar akan menjadi perhatian terlebih dahulu.
“Yang jelas, untuk operasional itu yang didahulukan, sehingga anggaran disesuaikan yang paling inti-inti dulu,” pungkasnya. (sya)


























