SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan kembali terkait dengan arah pembangunan kota, khususnya masalah kebersihan, infrastruktur, dan peningkatan pendapatan daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ayep Zaki saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Kecamatan Warudoyong yang digelar untuk menyusun Rencana Strategis 2025–2029 pada Senin (5/5/2025).
Wali Kota Ayep menyampaikan, gerakan “Sukabumi Kota Bersih” yang sudah dicanangkan bahkan telah dimulai sejak 1 April 2025 yang lalu menjadi salah satu prioritas utama.
Kira akan melaksanakan padat karya bersih kota selama empat hari, yang akan melibatkan kurang lebih 10 ribu warga dan menghabiskan total anggaran Rp3 miliar,” ujar Wali Kota Ayep Zaki
Selain kebersihan, pembangunan infrastruktur seperti penerangan jalan, jalan lingkungan, drainase, dan irigasi juga menjadi fokus RPJMD Kota Sukabumi yang kini dirancang untuk periode tiga tahun.
Ia menambahkan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat krusial dan menjadi tanggung jawab seluruh perangkat daerah.
“Saya minta semua OPD kerja keras tingkatkan PAD. Pengusaha juga harus taat pajak. Kalau tidak, Ayep Zaki kejar bareng Satpol-PP,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Warudoyong Sandra Utama Teguh mengungkapkan bahwa arah Renstra Kecamatan yang dibahas ini akan diselaraskan dengan visi dan misi wali kota.
“Terutama yang terkait dengan Aspek pembangunan wilayah dan lingkungan. Kami, dalam menyusun program aksi mengacu pada RJPMD, dan juga pasti menyesuaikan kebutuhan warga di kelurahan,” ungkap Sandra Utama.
Sandra Utama Teguh menekankan betapa pentingnya kolaborasi antar lintas sektor.
“Keterlibatan aktif kelurahan, lembaga keagamaan, dan instansi vertikal sangat menentukan. Harapan kami, hasil forum ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan jadi panduan kerja lima tahun ke depan,” harapnya.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbangda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, menambahkan bahwa setiap Renstra kecamatan harus memuat program aksi yang konkret dan dapat diukur.
“Seluruh hasil forum akan disinergikan dalam dokumen perencanaan kota. Kecamatan harus jadi penggerak pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan, sesuai semangat IMAN—Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis,” pungkasnya. (sya)




























