SUKABUMITIMES.COM – Tiga orang menjadi korban upaya pembegalan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Jalan Raya Kabandungan tepatnya sebelum jembatan Cibeureum arah dari kalapanunggal, pada Sabtu (3/5/2025) sekira pukul 17.45 WIB.
Ketiga pemuda tersebut masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama di Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi. Masing-masing berinisial H (13) Mekarsari, I (14) Palasarigirang, dan A (15) asal Desa Kadununggal.
Upaya pembegalan ini terjadi ketika ketiganya sepulang dari nonton pasar malam di Lapang sepak bola Kabandungan.
Kedua korban selamat karena loncat dari kendaraan untuk menghindari golok dan satu orang berinisial (A) luka berat di pergelangan tangan akibat di bacok menggunakan golok dengan 30 jahitan dan luka di kepala menggunakan arit sebanyak 2 jahitan sedangkan punggung mengalami luka tidak di jahit.
Anggota Satpol PP kecamatan Kalapanunggal Edi Mulyadi menceritakan kronologis kejadian yang menimpa ketiga pemuda tersebut.
Edi menceritakan, berdasarkan keterangan dari teman korban, saat itu korban di jemput oleh I untuk menuju rumah saudaranya R yang beralamat di Kampung Pasir Awi RT. 14 RW. 04 Desa Palasarigirang.
“Korban ditinggal dulu, karena I kemudian menjemput temennya, yaitu H yang beralamat di Desa Mekarsari,” cerita Edi Mulyadi.
Edi melanjutkan, setelah kumpul, ketiganya berangkat ke arah kabandungan karena di lapang sepak bola Kabandungan ada Pasar Malam. Mereka berangkat sekitar pukul 16.30 WIB dengan berboncengan dengan menggunakan 1 unit sepeda motor.
“Di lokasi lokasi pasar malam tidak ketemu dengan orang yang mencurigakan, seperti biasa muter-muter lihat permainan yang ada di pasar malam, setelah puas kami bertiga kembali pulang namun yang bawa motor adalah korban yaitu A,” lanjutnya.
Nah, saat kejadian sekira pukul 17.55 WIB (mau magrib) ada yang mengikuti dari belakang arah Kabandungan lewat jembatan cipanas tidak jauh dari rumah saudara korban (R). Pelaku menggunakan 2 motor metik, satu motor berboncengan dan satu motor lagi sendiri.
“Mereka meminta kita supaya berhenti untuk menyerahkan motor, tapi kita tidak mau lalu korban berusaha untuk menarik gas mau kabur. Namun pelaku mengejar dan mepet, 2 rekan korban loncat dari motor untuk menyelamatkan diri sedangkan korban saat itu di sabet menggunakan arit ke tangan dan satu lagi membacok kepalanya,” ujar anggota Satpol PP Kalapanunggal.
Beruntung saat kejadian kepergok oleh yang punya rumah, akhirnya pelaku ketiga pelaku kabur melarikan diri dengan mengendari sepeda motor.
“Menurut korban yang selamat melihat bahwa kedua pelaku pembegalan wajahnya menggunakan topeng trogos dari kain dan yang satu lagi menggunakan tutup muka warna merah dan memakai topi,” ujarnya.
Edi Mulyadi menyatakan korban langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya.
“Namun karena keterbatasan peralatan medis, klinik merujuk korban ke rumah sakit yang lebih besar. Alhamdulillah korban sudah ditangani dengan 30 jahitan di lengan tangan dan 2 jahitan di kepala karena sabetan golok dan arit,” terangnya.
“Atas persetujuan keluarga , korban di bawa pulang ke rumah dan selanjutnya untuk di kontrol kembali setelah 2 hari obat mau abis,” tandasnya.
Ciri -ciri Pelaku :
- 2 pelaku menggunakan tutup muka gambar topeng dari kain
- 1 pelaku menggunakan tutup muka warna merah dari kain dan menggunakan topi
- Badan tegak dan tinggi
- Usia diperkirakan sekitar 25 hingga 45 tahun. (sya)


























