SUKABUMITIMES.COM – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi mengangkat Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Unang Sudarma menjadi anggota kehormatan MD KAHMI.
Pengangkatan anggota kehormatan ini dilaksanakan pada saat pelaksanan konsolidasi dan halal bihalal MD KAHMI dan IMN Sukabumi yang bertempat di Auditorium Kampus IMN Sukabumi pada Minggu (4/5/2025).
Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi M Redi Santoso mengatakan, bahwa alasan yang mendasari pengangkatan ketua Baznas kabupaten Sukabumi sebagai anggota kehormatan MD KAHMI karena kontribusinya dalam memajukan KAHMI.
“Beliau ini mempunyai kontribusi yang besar dalam hal kemajuan KAHMI di bidang UPZ dan juga Badan wakaf yang saat ini dimiliki oleh MD KAHMI Sukabumi,” kata Redi Santoso kepada sukabumitimes.com pada Minggu (4/5/2025).
Atau dengan kata lain, Kang Aang Begitu Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Unang Sudarma biasa dipanggil adalah orang yang pertama mendukung pembentukan UPZ dan Badan Wakaf.
Atas pengangkatan anggota kehormatan KAHMI ini, Redi Santoso mengaku sudah memberitahukan kepada MW KAHMI Jawa Barat dan juga MN KAHMI di Jakarta.
“Alhamdulillah, semua merespon positif atas pengangkatan anggota kehormatan tersebut dan sudah mengijinkan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi Unang Sudarma ketika ditemui sukabumitimes.com di tempat pelaksanaan halal bihalal MD KAHMI dan IMN Sukabumi mengaku tentu sangat senang dan bangga.
“Ini sesuatu banget buat saya, Alhamdulillah sudah diijinkan untuk menjadi keluarga besar MD KAHMI Sukabumi,” bangganya.
Kang Aang sambil bercanda mengatakan, kalau temen-temen sejak mahasiswa menjadi anggota HMI, terus kemudian baru menjadi KAHMI.
“Tetapi kalau saya menjadi pejabat dulu baru menjadi anggota KAHMI,” candanya.
Ketika ditanya setelah dikukuhkan menjadi anggota kehormatan KAHMI Sukabumi, Unang Sudarma menjawab sebenarnya kalau anggota MD KAHMI yang sekarang ini kan praktek langsung.
Baginya sosok seperti Akbar Tanjung, Cak Nun, Cak Nur (Nurcholis Majid) itu, sudah menjadi gurunya. Bahkan buku bacaan di rumahnya itu buku-buku dari HMI semua.
“Mereka adalah guru imajiner saya, dan saya adalah murid imajiner beliau,” ujarnya.
Tidak lupa, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi yang ramah ini berpesan kepada yang masih berproses HMI, bahwa HMI merupakan suatu wadah untuk berproses.
“Maka belajarlah untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin ke depannya,” pungkasnya. (sya)

























