SUKABUMITIMES.COM – Ekspo Pendidikan merupakan kegiatan pameran pendidikan yang ditujukan untuk calon mahasiswa supaya menjadi rujukan dalam melakukan konsultasi dan mencari informasi yang akurat tentang pendidikan tinggi.
Di tahun 2025 ini, SMAN 4 Kota Sukabumi menggelar Ekspo Pendidikan bagi ratusan siswa-siswi dengan menghadirkan puluhan stand dari berbagai Fakultas atau perguruan tinggi (PT).
Menurut Kepala SMAN 4 Kota Sukabumi Marpudin saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa sekolahnya sedang melaksanakan kegiatan Ekspo Pendidikan bertajuk Career Day dan ini sesuai agenda sekolah.
“Career Day merupakan suatu usaha untuk menjembatani para siswa kelas 12 dalam memberikan wawasan seluas-luasnya tentang career pendidikan, career vokasi hingga career pekerjaan. Sehingga bagi siswa yang akan melanjutkan akan diberikan informasi selengkap-lengkapnya, bagaimana cara memilih Prodi dan bagaimana cara memilih Fakultas,” kata Kepala SMAN 4 Marpudin pada Selasa (14/1/2025).
Marpudin menjelaskan, adapun ekspo pendidikan ini diikuti oleh tiga puluh stand yang hadir dari berbagai perguruan tinggi, baik perguruan tinggi umum, ikatan Dinas dan Vokasi.
“Dalam kegiatan career day ini, anak-anak diberikan seminar yang bertujuan untuk memberikan wawasan terkait bagaimana meningkatkan, memahami tentang makna career,” jelasnya.
Ia berharap, sekolah dapat meningkatkan mutu lulusan yang dapat di terima di perguruan tinggi, sehingga dapat mencapai target hingga 100 persen seperti tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hitungan dari kementrian, siswa yang bisa masuk eligibel hanya 40 persen, sedangkan untuk jumlah siswa kelas 12 sebanyak 300 siswa, jadi sekitar 156 siswa yang akan masuk ke dalam eligibel,” bebernya.
Eligebel merupakan anak-anak yang berdasarkan komposisi nilai diterapkan dapat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPT) dengan masuk melalui jalur prestasi, tulis dan mandiri.
“Untuk itu, pada bulan Januari ini, para siswa diwajibkan melakukan registrasi dalam membuat akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB),” tandasnya.
Eligebel diupayakan masuk ke perguruan tinggi negeri walaupun tidak ada ketentuan harus masuk ke perguruan tinggi, namun sekolah mengupayakan bisa masuk ke perguruan tinggi negeri.
“Namun ketika tidak di terima ke perguruan tinggi negeri pihak sekolah masih berupaya untuk mengalihkan ke Fakultas lain sesuai dengan kemampuan anak,” ujarnya.
Perihal siswa tidak memiliki Kartu Indonesia Pinter (KIP) atau kartu PIP serta jenis kartu sekolah lainnya, pihak sekolah akan berupaya akan memberikan surat pengantar kepada siswa agar dapat mengajukan program PIP di perguruan tinggi yang dipilihnya.
Menurut informasi di beberapa kampus merdeka belajar di sinyalir memliki program tersebut. Ada pula program bidik misi dimana program ini dapat di ambil dengan catatan siswa dapat mengajukan permohonan kepada sekolah, sehingga sekolah dapat mengeluarkan surat keterangan bahwa siswanya layak masuk program bidik misi.
Masih di tempat yang sama, salah satu dosen STIKES Abdul saat ditemui mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk memberikan informasi beberapa program studi dan informasi tentang perkuliahan, baik D3 Keperawatan, Sarjana Keperawatan, profesi Keperawatan, Sarjana Kebidanan hingga profesi bidan, dan memberikan informasi selama perkuliahan di STIKES.
“Ada beberapa program gratis untuk bisa masuk ke STIKES, salah satunya hapalan Al Quran, terkait kepemilikan Kartu KIP atau kartu PIP pihak STIKES masih membatasi bagi beberapa siswa.
Kami berharap untuk para siswa yang ingin masuk ke fakultas atau perguruan tinggi harus melihat akreditasi kampus dan jangan asal-asalan masuk perguruan tinggi baik PTN Ataupun PTS,” pungkasnya. (rus)




























