SUKABUMITIMES.com — Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Deden Solehudin, kembali menggelar Masa Persidangan ke-II Tahun Sidang 2025–2026 yang dikemas dalam kegiatan reses, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Haday Center, Kelurahan Sriwedari, Kota Sukabumi.
Reses ini dihadiri mitra kerja Komisi III DPRD Kota Sukabumi, salah satunya Dinas Sosial Kota Sukabumi, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari daerah pemilihan (dapil) III Kota Sukabumi.
Deden menjelaskan, peserta reses berasal dari sembilan kelurahan di dua kecamatan, dengan masing-masing kelurahan diwakili enam orang, ditambah tokoh masyarakat.
Dengan demikian, kegiatan tersebut dinilai telah mewakili aspirasi masyarakat di dapil III secara menyeluruh.
“Reses ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian laporan kerja selama saya menjabat sebagai anggota DPRD bersama mitra kerja,” ujar Deden.
Ia menyebutkan, sejumlah bidang yang telah dan terus menjadi perhatian DPRD bersama mitra kerja antara lain kesehatan, pendidikan, sosial, ketenagakerjaan, olahraga, lingkungan hidup, perpustakaan, hingga keluarga berencana.
Selain itu, reses juga dimanfaatkan untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya terkait berbagai kendala yang masih dihadapi warga di lapangan.
“Apa yang disampaikan masyarakat menjadi tugas kami sebagai anggota DPRD untuk menerima, menampung, dan menindaklanjuti. Selanjutnya akan kami follow up dan sampaikan kepada pemerintah daerah melalui rapat paripurna dalam laporan masing-masing fraksi,” jelasnya.
Menurut Deden, sebagian aspirasi warga memang telah ditindaklanjuti, namun masih ada yang membutuhkan proses lanjutan. Ia menegaskan, setiap pertanyaan dan keluhan warga akan tetap menjadi perhatian.
Dalam kesempatan tersebut, Deden juga menyampaikan sejumlah program sosial melalui Dinas Sosial Kota Sukabumi, salah satunya rumah singgah gratis bagi warga yang membutuhkan pengobatan di Kota Bandung.
“Permasalahan sosial saat ini cukup krusial, sehingga kami mengundang Dinas Sosial agar masyarakat bisa mendapatkan penjelasan langsung terkait program yang tersedia,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, Lulis, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya menyampaikan sejumlah program unggulan, seperti Program 12 PAS, Rumah Singgah Cahaya, bantuan sosial (bansos), serta kepesertaan BPJS Kesehatan.
Menurut Lulis, animo masyarakat dalam reses tersebut cukup tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan warga sesuai kondisi di wilayah dapil III.
“Kami akan merespons seluruh keluhan masyarakat. Namun perlu dipahami, penerima bantuan sosial ditentukan berdasarkan desil dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN), yakni desil satu hingga empat,” jelasnya.
Meski demikian, ia menambahkan, warga yang mengalami penurunan kesejahteraan sosial tetap dapat mengusulkan bantuan melalui aplikasi Cek Bansos atau Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di wilayah masing-masing. (rus)
































