SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menghadapi tantangan besar pada tahun anggaran 2026 menyusul adanya pemangkasan anggaran hingga Rp159 miliar atau sekitar 21 persen. Pemangkasan ini tercatat sebagai yang terbesar di Jawa Barat.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan melemahkan semangat pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan.
“Kita harus tetap kuat meski ada pemangkasan hingga Rp159 miliar. Pemerintah akan bekerja keras mencari sumber-sumber keuangan untuk menutupi kekurangan tersebut,” ujarnya, Minggu (5/10/2025) usai menghadiri upacara HUT ke-80 TNI di Lapang Makodim 0607/Kota Sukabumi.
Ayep menekankan bahwa kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan terus diperkuat sebagai upaya menjaga kepercayaan rakyat.
“TNI selalu bersama rakyat. Pemerintah dan TNI akan berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, perumahan, hingga infrastruktur secara bertahap,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Ayep mengungkapkan adanya program karya bakti bersama TNI yang akan digelar secara terencana. Namun, program tersebut akan menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah pascapemangkasan anggaran.
Terkait penyusunan APBD, Pemkot Sukabumi segera menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 kepada DPRD untuk dibahas bersama Badan Anggaran.
“Kita akan melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat agar ada solusi. Yang jelas, konsep RAPBD 2026 harus tetap realistis dan berpihak pada masyarakat,” tambahnya.
Meski dalam tekanan fiskal, Ayep memastikan roda pembangunan tidak boleh berhenti. Pemerintah daerah akan mencari alternatif pembiayaan, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pembangunan tetap berjalan. (uml)






























