SUKABUMITIMES.com – Keputusan Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Sukabumi, Kia Florita, mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi tersebut menjadi perhatian publik. Pengumuman yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (18/7) memicu beragam tanggapan dan spekulasi di kalangan masyarakat.
Dalam unggahannya, Kia Florita yang juga istri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan bahwa jabatan yang diemban selama ini merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar status ataupun gelar.
“Setiap gelar yang disematkan adalah tanggung jawab besar bagi kita, tanggung jawab kepada manusia dan kepada Sang Pencipta. Bukan hanya sekadar nama di atas kertas yang ditandatangani, kita wajib menjalankannya sebaik-baiknya karena itu adalah amanah,” tulis Kia.
Ia mengungkapkan telah menjalankan amanah tersebut selama kurang lebih satu tahun. Menurutnya, kini telah tiba saat untuk mengakhiri pengabdian di lingkungan TP PKK Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah cukup satu tahun saya mengemban amanah itu dan saat ini saya harus menanggalkan seragam ini,” lanjutnya.
Meski memutuskan mundur dari kepengurusan PKK, Kia memastikan komitmennya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat tidak berubah. Ia menilai pengabdian dapat dilakukan melalui berbagai ruang di luar organisasi.
“Semoga di tempat lain saya bisa mengabdi meskipun tidak dalam organisasi ini. Yang terpenting selama itu bermanfaat untuk masyarakat, apa pun jalannya insyaallah saya akan lakukan,” ujarnya.
Kia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keputusan yang diambilnya. Ia mengakui langkah tersebut bukan pilihan yang mudah, namun berharap tetap mendapat dukungan untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial yang akan dilakukannya.
Selain itu, ia memastikan akan tetap aktif mengampanyekan isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui media sosial.
“Saya akan banyak berbagi hal positif yang berhubungan dengan seragam itu tanpa harus menggunakannya. Karena bagaimanapun saya punya tanggung jawab besar bagi anak-anak dan para perempuan,” katanya.
Di luar aktivitasnya di TP PKK, dalam beberapa bulan terakhir Kia diketahui lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial bersama LSM Restoe Boemi. Sejumlah program yang diikutinya antara lain aksi penanganan sampah, kegiatan kemasyarakatan, hingga pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.
Sampai berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik pengunduran diri Kia Florita dari kepengurusan TP PKK Kota Sukabumi. Keputusan tersebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat dan terus menjadi perbincangan di media sosial.
Hingga berita ini ditulis, unggahan Istri Wakil Wali Kota Sukabumi di Medsos Instragramnya sudah mendapat 1.227 suka, 89 komentar.
Berbagai tanggapan dan komentar pun juga bermunculan di kolom komentar Instagramnya, diantaranya:
Suhendro.rusli menulis “Sayang ibu yang cerdas & komunikatif ini harus meninggalkan jabatannya #semoga ibu tetap masih masih mengabdi & peduli pada masyarakat kota Sukabumi khususnya peduli perempuan dan anak2,”
Ariruspida dalam kolom Kementar di @kiaflorita “ya ngak bisa…selagi suaminya menjabat wawalkot tetap Kabid 1.. jabatan ex oficio,”
khilda.baiti.rohmah juga menulis dengan mendoakan untuk terus menebar senyum dan terus berbuat baik kepada sesama.
“sehat2 terus ibu. dan terus menebar senyum dan kebaikan untuk sesama,” tulisannya. (sya)
































