Kebakaran Lahan Babakan Anyar Pamuruyan Cibadak Seluas 300 Meter Diduga Akibat Bakar Sampah

SUKABUMITIMES.COM – Kebakaran lahan terjadi di kawasan permukiman Kampung Babakan Anyar, RT 03/RW 13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/7/2026) malam.

Kobaran api yang muncul di tengah musim kemarau sempat memicu kepanikan warga karena lokasinya berada sangat dekat dengan deretan rumah penduduk. Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 18.40 WIB. Tak ingin api semakin membesar dan mengancam permukiman, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Damkar Posko V Cibadak untuk melakukan upaya pemadaman.

Petugas P2BK Cibadak, Mawaldi, mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti begitu diterima. Respons cepat dilakukan agar kobaran api tidak meluas ke kawasan yang lebih padat penduduk.

“Kami menerima laporan adanya kebakaran lahan alang-alang sekitar pukul 18.40 WIB dan segera berkoordinasi dengan tim Damkar Posko V Cibadak untuk penanganan cepat,” ujar Mawaldi, Kamis (16/7/2026).

Mawaldi menjelaskan, satu unit mobil pemadam kebakaran bersama tujuh personel diterjunkan ke lokasi. Hanya berselang sekitar lima menit sejak laporan diterima, petugas sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan lokalisasi api untuk mencegah rambatan ke rumah-rumah warga. Menurutnya, api menghanguskan lahan alang-alang seluas kurang lebih 300 meter persegi. Beruntung, kesigapan petugas membuat kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke permukiman.

“Api sempat membakar area seluas 300 meter persegi. Beruntung petugas langsung melakukan lokalisasi sehingga api tidak merembet ke permukiman warga,” jelasnya.

Lebih lanjut Mawaldi menerangkan, bahwa proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit. Api akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama tim gabungan yang terdiri dari P2BK Cibadak, Damkar Posko V Cibadak, Tagana, Pemerintah Desa Pamuruyan, Babinsa, dan Satgas Linmas.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi cuaca yang panas dan kering selama musim kemarau diduga mempercepat penyebaran api,” terangnya.

“Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah atau lahan yang sengaja ditinggalkan oleh oknum di tengah kondisi cuaca kering,” imbuh Mawaldi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, ditegaskan Mawaldi, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga dan merusak lingkungan,” ucapnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *