SUKABUMITIMES.com – Dosen Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB, Annisa Hakim, menyampaikan bahwa limbah peternakan bukan lagi sekadar sisa produksi, melainkan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sekolah Lapang: Dari Limbah Menjadi Kemanfaat”.
Hal Tersebut diungkapkan Dosen Hakim disela-sela pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Desa Sudajaya Girang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi pada Minggu (14/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan dosen Annisa Hakim, Tera Fitrayani, para peternak, asisten dosen, serta mahasiswa Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB.
Dalam sambutannya, Annisa Hakim mengapresiasi antusiasme para peternak yang hadir pada pertemuan perdana sekaligus menjelaskan tujuan utama program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peternak yang telah berkenan hadir pada pertemuan perdana ini. Kegiatan yang akan dilaksanakan mengusung tema Sekolah Lapang: Dari Limbah Menjadi Kemanfaat dengan pelaksanaan program selama kurang lebih tiga bulan ke depan,” ujar Annisa Hakim.
Ia menegaskan, program ini dirancang bukan hanya memberikan teori, tetapi juga pendampingan langsung agar peternak mampu menerapkan teknologi sederhana yang berdampak terhadap peningkatan produktivitas usaha.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi para peternak, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha peternakan,” katanya.
Menurut Annisa, selama pendampingan para peternak akan dibekali penerapan manajemen pemeliharaan yang lebih baik, terutama dalam aspek biosekuriti dan pencatatan usaha ternak.
“Pertemuan bersama peternak direncanakan sebanyak tiga kali, namun apabila diperlukan dapat ditambah menjadi empat kali pertemuan. Luaran yang diharapkan adalah adanya perbaikan aspek manajemen pemeliharaan, terutama dalam penerapan sistem biosekuriti serta pencatatan usaha peternakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim PKM juga akan mengajarkan pengelolaan limbah peternakan secara terpadu melalui penampungan feses ternak, sanitasi kandang, pembuatan kompos, hingga pembangunan fasilitas pengolahan limbah.
“Selama kegiatan akan dilakukan pengambilan data melalui penampungan feses ternak serta pembiasaan sanitasi kandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan peternakan,” ungkap Annisa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program, tim PKM turut menyerahkan berbagai sarana penunjang kepada kelompok peternak.
“Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat akan memberikan alat sanitasi, timbangan ternak, obat cacing, desinfektan, serta papan tulis yang digunakan untuk mencatat hasil penimbangan ternak dan produksi feses,” tuturnya.
Annisa menambahkan, seluruh kegiatan akan dilaksanakan langsung di lokasi peternakan sehingga para peternak dapat belajar sekaligus mempraktikkan materi yang diberikan.
“Kunjungan pendampingan akan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada tahap awal, pertengahan, dan akhir kegiatan. Seluruh rangkaian program akan dilaksanakan langsung di lokasi peternakan, meliputi pengelolaan limbah melalui pembuatan kompos, pembangunan fasilitas penampungan feses dan biovlog, serta penanaman Hijauan Makanan Ternak menggunakan varietas Gama Umami,” jelasnya.
Selain pengelolaan limbah, program juga mencakup pemeliharaan ternak, budidaya Hijauan Makanan Ternak (HMT), serta budidaya ikan lele yang akan dilaksanakan selama enam minggu sebagai bagian dari pengembangan sistem peternakan terpadu.
Sementara itu, perwakilan peternak sekaligus tuan rumah kegiatan, Haji Ato, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompok peternak di Desa Sudajaya Girang.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada tim dosen dan mahasiswa serta mengucapkan terima kasih atas dipilihnya kelompok peternak ini sebagai lokasi pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan ilmu yang bermanfaat, dan membawa dampak positif bagi para peternak,” ujar Haji Ato.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyepakati jadwal pendampingan lanjutan yang akan dilaksanakan pada 27 Juli, 11 Agustus, dan 22 Agustus 2026. Melalui program ini, Sekolah Vokasi IPB berharap peternak di Desa Sudajaya Girang mampu menerapkan sistem peternakan yang lebih modern, sehat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. (sya)































