SUKABUMITIMES.com – Banyak orang mengira status ekonomi seseorang hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan atau gaji yang diterima setiap bulan. Padahal, para ahli ekonomi menilai kondisi ekonomi masyarakat juga dapat dilihat dari berbagai indikator lain, mulai dari tempat tinggal hingga tingkat pendidikan.
Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) umumnya menggunakan indikator pengeluaran untuk mengukur tingkat kemiskinan. Penduduk dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan yang telah ditetapkan.
Namun, sejumlah pakar ekonomi menyebut terdapat beberapa ciri lain yang dapat menjadi gambaran apakah seseorang berada dalam kelompok ekonomi kelas menengah bawah atau kelas bawah.
1. Kesulitan Memiliki Tempat Tinggal yang Layak
Tempat tinggal menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam sebuah rumah tangga. Seseorang yang masih mengalami kesulitan untuk menempati rumah yang aman, nyaman, dan berada di lingkungan yang layak umumnya menghadapi tekanan ekonomi yang cukup besar.
Kondisi tersebut sering kali menjadi indikator bahwa seseorang masih berada pada kelompok ekonomi menengah bawah atau kelas bawah.
2. Jenis Pekerjaan dengan Upah Rendah dan Manfaat Terbatas
Pekerjaan juga menjadi salah satu penanda status ekonomi. Profesi seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, hingga petugas kebersihan kerap dikaitkan dengan kelompok pekerja berpenghasilan rendah.
CEO Salarship, Nathan Brunner, menjelaskan bahwa posisi manajerial dan pekerjaan spesialis umumnya lebih dekat dengan kategori kelas menengah.
“Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” kata Nathan Brunner.
Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah, bersifat sementara, serta menawarkan upah minim dan tunjangan terbatas cenderung menempatkan seseorang dalam kelompok ekonomi bawah.
Meski demikian, profesi seperti guru, perawat, akuntan, dan pekerja teknologi informasi memiliki posisi yang lebih fleksibel karena sangat bergantung pada pengalaman, sertifikasi, dan jenjang karier yang dimiliki.
3. Tidak Memiliki Tabungan dan Investasi
Kemampuan menabung dan berinvestasi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kesehatan keuangan seseorang. Tabungan berfungsi sebagai dana darurat, sementara investasi dapat membantu membangun kekayaan dalam jangka panjang.
Apabila seseorang tidak memiliki cadangan tabungan yang memadai maupun perencanaan keuangan untuk masa depan, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa ia masih berada dalam kelompok ekonomi kelas bawah.
Keterbatasan pendapatan sering kali membuat sebagian masyarakat harus menghabiskan seluruh penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menyisakan ruang untuk menabung.
4. Ruang Gaya Hidup yang Sangat Terbatas
Kemampuan menikmati liburan tahunan, makan di luar rumah sesekali, atau membeli barang baru tanpa tekanan finansial menunjukkan adanya stabilitas ekonomi tertentu.
Sebaliknya, apabila seluruh penghasilan habis untuk kebutuhan pokok dan pengeluaran tambahan terasa memberatkan, kondisi itu dapat menjadi indikasi keterbatasan ekonomi.
Para ahli menilai bukan sekadar soal konsumsi, tetapi adanya kebebasan finansial untuk mengambil keputusan pengeluaran tanpa mengganggu kebutuhan utama keluarga.
5. Akses Pendidikan yang Terbatas
Tingkat pendidikan juga sering digunakan sebagai salah satu indikator posisi ekonomi seseorang. Mereka yang berhasil menempuh pendidikan tinggi umumnya memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik.
Sebaliknya, keterbatasan biaya yang membuat seseorang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sering kali berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu.
Meski pendidikan bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan finansial, tingkat pendidikan masih menjadi salah satu ukuran penting dalam melihat mobilitas ekonomi seseorang.
Secara keseluruhan, status ekonomi tidak hanya dapat diukur dari besarnya pendapatan. Kondisi tempat tinggal, jenis pekerjaan, kemampuan menabung, pola hidup, hingga akses pendidikan menjadi sejumlah indikator yang dapat menggambarkan posisi seseorang dalam struktur ekonomi masyarakat. (sya)



























