SUKABUMITIMES.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) sore. Berdasarkan informasi awal yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 15.11.07 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada di koordinat 7,73 Lintang Selatan dan 106,53 Bujur Timur atau sekitar 83 kilometer di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Gempa tersebut memiliki kedalaman 23 kilometer.
Dalam informasi cepat yang disampaikan melalui kanal resmi, BMKG menyatakan, “Telah terjadi gempa bumi dengan Magnitudo 4,9 pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 15.11.07 WIB. Episenter gempa berada di 83 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 23 kilometer.”
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan masih bersifat sementara karena mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Belum diketahui pula apakah gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi maupun daerah sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG,” demikian imbauan BMKG.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sebelum dipastikan aman oleh pihak berwenang. Warga juga diimbau terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.
BMKG menegaskan bahwa berdasarkan parameter awal, gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Perkembangan lebih lanjut mengenai parameter gempa maupun dampaknya akan terus diperbarui sesuai hasil analisis BMKG dan laporan dari instansi terkait. (sya)


























