SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menjadi awal dari seluruh perkembangan ilmu pengetahuan.
Hal itu disampaikannya setelah menjadi Inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei bertempat di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi pada Senin (4/2/2026).
“Hari ini saya tekankan memang pendidikan ini induk semang dari semua ilmu pengetahuan, berawal dari pendidikan semuanya. Baik budaya, sosial, hukum, itu semua dari pendidikan. Jadi tidak ada kemampuan seseorang kalau bukan mulai dari pendidikan,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya sebatas proses belajar mengajar di sekolah, tetapi menjadi pondasi dalam membentuk karakter dan kemampuan masyarakat di masa depan. Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat dan daya saing global.
“Tapi saya meminta khusus, Kota Sukabumi, pendidikan ini yang melahirkan generasi yang punya integritas dan kompetensi, yang siap bersaing di dunia internasional dan menjadi petarung. Jadi jangan loyo jadi petarung itu, harus solid dan kuat dan jadi petarung, itu yang saya tekankan,” tegasnya.
Ayep menilai tantangan global ke depan membutuhkan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan mampu bersaing dengan daerah maupun negara lain.
“Untuk itu, pembangunan di sektor pendidikan akan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Sukabumi,” ujarnya.
Selain berbicara soal pendidikan, Ayep juga memaparkan skema pembangunan Kota Sukabumi yang menurutnya akan didukung dari berbagai sumber pembiayaan. Ia menyebut pembangunan daerah tidak hanya mengandalkan APBD semata, tetapi juga melibatkan berbagai kekuatan pendanaan lainnya.
“Selanjutnya, Kota Sukabumi akan dibangun oleh dana pusat atau APBN, dana provinsi atau APBD Provinsi, PAD kita, dan filantropis,” katanya.
Ia menjelaskan, sektor filantropi nantinya akan diperkuat melalui peran Baznas dan wakaf yang difokuskan untuk mendukung program sosial dan pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.
“InsyaAllah pada filantropis ada di situ Baznas dan Wakaf. Sehingga Baznas dan Wakaf ini menjadi terdepan dalam pelaksanaan dari filantropis, dan khusus wakaf nanti akan ada program beasiswa yang sudah berjalan beasiswa untuk SD. Setiap tahunnya akan kita tingkatkan jumlah penerimanya,”jelas Ayep.
Ayep menegaskan program beasiswa wakaf akan diprioritaskan bagi warga dari keluarga tidak mampu tanpa melihat prestasi akademik.
“Bebas semua, yang keluarga yang tidak mampu. Yang benar-benar tidak mampu dulu ya. Yang tidak berdasarkan prestasi, tidak. Tapi berdasarkan ketidakmampuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Sukabumi Novian Restiadi menyatakan pihkanya berharap tentu semua sesuai dengan tema Hardiknas kaki ini, yaitu Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas untuk Semua”.
“Artinya pendidikan ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi tanggung jawab semua pihak; pemerintah, kemudian eksekutif, yudikatif, masyarakat, stakeholder, orang tua murid, komite,” ungkap Kadis Novian.
Menurutnya semua itu berperan, semua semesta berpatisipasi untuk apa? Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk semua.
“Pendidikan itu harus inklusif, adil, merata bagi semua pihak tanpa terkecuali,” menurutnya.
Novian menjelaskan bahwa moment Hardiknas di tingkat kota Sukabumi kali ini adanya penegasan kembali terkait dengan beasiswa, terutama untuk keluarga yang kurang mampu.
“Sejauh ini, mengenai beasiswa sudah berjalan, terutama untuk SD. Tapi pak wali menjelaskan bahwa beasiswa itu filantropis, yang bersumber dari Baznas dan Wakaf,” jelasnya.
Beasiswa SD itu besarannya Rp500 ribu dan sampai saat ini penerimanya mencapai 72 siswa.
“InsyaAllah nanti akan bertambah seiring dengan besaran wakaf yang terkumpul,” pungkasnya. (sya)

























