SUKABUMITIMES.com— Anggota Pramuka MAN 2 Kota Sukabumi turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan selebrasi kelulusan kelas XII yang digelar di lapangan sekolah, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa membuka stan penjualan berbagai produk makanan dan minuman hasil kreativitas mereka.
Beragam produk dijajakan oleh siswa Pramuka, mulai dari es kemasan, minuman segar, hingga aneka gorengan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kewirausahaan yang diterapkan langsung kepada para anggota organisasi.
Pembina Pramuka MAN 2 Kota Sukabumi, Tanzil Fairuzzabadi, mengatakan bahwa siswa yang terlibat merupakan pengurus organisasi sekaligus bagian dana usaha di kepramukaan.
“Anak-anak ini dilatih menjadi wirausahawan sesuai materi pembelajaran di kelas, seperti kewirausahaan dan prakarya. Jadi bukan hanya teori di kelas, tetapi langsung dipraktikkan dalam kegiatan organisasi,” ujarnya.
Menurut Tanzil, kegiatan usaha yang dijalankan anggota Pramuka tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga di luar sekolah saat mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan.
Ia mencontohkan, saat mengikuti kegiatan di Buper Kiara Payung, anggota Pramuka MAN 2 Kota Sukabumi pernah menjual produk khas Sukabumi berupa mochi dan berhasil menjual hingga 500 boks.
“Alhamdulillah waktu itu mochi yang dijual habis terjual. Itu menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dalam belajar usaha dan melatih kemandirian,” katanya.
Tanzil menegaskan, seluruh keuntungan dari kegiatan usaha tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi anggota maupun pembina. Seluruh hasil penjualan dikelola oleh bagian dana usaha dan diperuntukkan bagi kegiatan kepramukaan.
“Anak-anak yang berjualan tidak menerima keuntungan pribadi sedikit pun. Semua sudah menjadi komitmen bersama. Keuntungan usaha ini kami gunakan untuk wakaf perlengkapan kegiatan Pramuka,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya hasil usaha Pramuka telah diwujudkan dalam bentuk wakaf tenda camping serta meja dan kursi outdoor untuk menunjang kegiatan generasi berikutnya.
“Jadi setiap tahun ada hasil wakaf dari usaha anak-anak. Harapannya bisa terus bermanfaat bagi kegiatan Pramuka di sekolah,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Tanzil juga berpesan kepada seluruh anggota Pramuka agar terus menanamkan nilai Tri Satya dan Dasa Dharma sebagai bekal kehidupan setelah lulus sekolah.
“Nilai-nilai kepramukaan harus terus dijaga karena itu menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.(rus)































