APBD Tahun 2026 Kota Sukabumi Dinilai Belum Punya Arah, Ini Pernyataan Komisi 2 DPRD Inggu Sudeni!

SUKABUMITIMES.com – Anggota Komisi 2 DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni menanggapi upaya transparansi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah kota (Pemkot) Sukabumi yang dinilainya masih ada kekurangan.

Hal ini disampaikan DPRD Inggu Sudeni kepada sukabumitimes.com sesaat setelah melakukan reses masa persidangan ke II tahun 2025 – 2026 di Kecamatan Citamiang pada Minggu (8/2/2026).

“Masalahnya dalam penyampaian tersebut hanya sampai pada posisi saldo kas daerah itu jumlahnya sekian miliar, tidak ada lanjutannya,” ungkap Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi.

Menurut Inggu, sebenarnya masyarakat tidak membutuhkan bentuk transparansi keuangan daerah yang dikeluarkan Pemkot ketika hanya sampai pada penyampaian saldo saja.

“Saya yakin niat pemerintah itu baik, menyampaikan posisi keuangan setiap bulannya itu baik. Namun yang menjadi masalah adalah ketika laporan yang diunggah di media sosial tersebut hanya posisi saldonya saja,” ujar Inggu Sudeni.

Masih kata Inggu, yang dikehendaki masyarakat kota Sukabumi itu adalah sebenarnya arah APBD kota Sukabumi 2026 itu prioritasnya kemana?

“Dengan adanya upaya transparansi tersebut seharusnya masyarakat tidak perlu bertanya lagi, semua sudah dijelaskan. Sekarang masih banyak yang bertanya, misalnya jalan Merbabu, Jalan Ciaul, jalan Cikondang kapan diperbaiki. Tetapi inikan tidak,” katanya.

Inggu melanjutkan, seharusnya arah penyampaian informasi mengenai anggaran oleh pemerintah itu harus jelas arahnya.

“Kalau hanya menyampaikan saldo saja, untuk apa informasi tersebut untuk masyarakat,” lanjutnya.

Dirinya justru mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) hari ini. Gubernur Jabar tersebut sudah jauh-jauh hari di tahun 2025 beliau menyampaikan arah APBD Jabar tahun 2026 untuk infrastruktur.

“KDM menyampaikan jalan-jalan provinsi tahun 2026 mulus. Kemudian di tahun 2027, akan mengupayakan untuk intervensi jalan kabupaten atau kota yang belum terakomodir. Nah, kalau seperti inikan jelas arahnya kan,” apresiasinya.

Inggu mengaku bingung jika melihat arah APBD kota Sukabumi saat ini. Sebenarnya arah kemana sih?

“Justru yang dipikirkan hal-hal yang kurang urgen, seperti jembatan Cibeureum dan lapdek Cibeureum. Bagus sih sebenarnya, tetapi urgensinya apa? Harusnya bisa diprioritaskan yang mana dulu. Kalau jalan lingkungan sudah selesai, jalan wilayah sudah selesai tidak apa-apa,” tanya Inggu.

Dirinya akan mengapresiasi adanya rencana jembatan dan lapdek Cibeureum tetapi selesaikan dulu yang lebih urgen untuk hari ini.

“Kami akan mengapresiasi hal tersebut, ketika diselesaikan dulu yang lebih urgen, dan langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *