SUKABUMITIMES.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi memastikan seluruh bencana alam yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala DPUTR Kota Sukabumi Soni Hermanto ketika ditemui sukabumitimes.com di ruang kerjanya pada Senin (9/2/2026).
“Mulai dari bencana longsor hingga potensi bencana di sejumlah titik rawan, seluruhnya masuk dalam prioritas penanganan,” ungkap Kadis Soni Hermanto.
Soni mengatakan bahwa setiap kejadian bencana yang terjadi langsung ditindaklanjuti dengan inspeksi lapangan oleh jajarannya. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus urgensi penanganan.
“Setiap kejadian bencana yang terjadi di Kota Sukabumi, kami langsung melakukan inspeksi ke lokasi,” ujar Soni.
Meski demikian, Soni mengakui penanganan lanjutan masih terkendala keterbatasan anggaran.
Saat ini, pihaknya masih menunggu ketersediaan dan kepastian anggaran untuk dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Menurut Kadis Soni, bencana longsor yang memiliki tingkat urgensi tinggi di Kota Sukabumi saat ini tercatat sekitar lima hingga tujuh titik yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah longsor yang baru terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Sriwidari.
“Untuk longsor dengan tingkat urgensi tinggi itu kurang lebih ada lima sampai tujuh titik. Salah satunya longsor yang baru terjadi di wilayah Sriwidari. Namun sampai saat ini kami masih menunggu anggaran untuk melakukan perbaikan,” kata dia.
Selain penanganan bencana yang sudah terjadi, Dinas PUTR Kota Sukabumi juga terus melakukan mitigasi bencana sebagai langkah pencegahan. Mitigasi ini dilakukan dengan memetakan wilayah-wilayah yang memiliki potensi rawan bencana agar dapat diintervensi lebih awal.
“Kami tidak hanya berpatokan pada bencana yang sudah terjadi, tetapi juga harus bisa memprediksi daerah-daerah yang memiliki potensi bencana. Wilayah-wilayah tersebut perlu kita intervensi dan masukkan ke dalam penanganan mitigasi,” jelas Soni.
Ia menegaskan, begitu anggaran penanganan bencana sudah tersedia dan dapat digunakan, pihaknya akan segera melakukan intervensi di lapangan secara cepat dan terukur.
“Ketika porsi pembiayaan sudah ada dan anggaran bisa digunakan, kami akan langsung melakukan penanganan secepatnya,” pungkasnya. (rus)

























