SUKABUMITIMES.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zaenul Munasichin, bersama Anggota DPRD Kota Sukabumi Agus Syamsul menghadiri Tasyakur Hari Lahir (Harlah) ke-13 Pondok Pesantren Al Muslim yang dirangkaikan dengan Haul ke-12 Almagfurlah KH. Maman Abdurahman, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Zaenul Munasihin menyampaikan ucapan selamat dan doa pada peringatan Haul ke-12 KH. Maman Abdurahman yang merupakan sesepuh sekaligus tokoh penting dalam pendirian Ponpes Al Muslim.
Menurut Zaenul, kegiatan haul bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana refleksi diri untuk menjaga dan melanjutkan spirit perjuangan para ulama yang telah berjasa membangun lembaga pendidikan keagamaan.
“Haul ini adalah refleksi yang sangat baik untuk menjaga spirit perjuangan para ulama, termasuk KH. Maman Abdurahman, agar nilai-nilai perjuangannya terus hidup dan terjaga di kalangan santri,” kata Zaenul.
Ia menilai langkah Pimpinan Ponpes Al Muslim, KH. Yusuf Mulyadin, dalam menggelar haul merupakan upaya tepat untuk menanamkan semangat perjuangan kepada para santri sekaligus memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat.
Zaenul menegaskan bahwa keberadaan Ponpes Al Muslim saat ini semakin dibutuhkan, terutama dalam konteks penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alpha, yang tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi digital dan media sosial.
“Kita membutuhkan benteng keagamaan yang kuat. Pesantren memiliki kontribusi luar biasa dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki nilai-nilai keagamaan yang kokoh,” ujarnya.
Selain berperan dalam pendidikan, Zaenul juga mengapresiasi Ponpes Al Muslim yang aktif mengembangkan sektor ekonomi pesantren. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan penting sekaligus menghidupkan kembali peran historis pesantren sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
“Secara sejarah, pesantren adalah penggerak ekonomi masyarakat. Saya sangat menghargai pengembangan ekonomi yang dilakukan Ponpes Al Muslim. Harapannya ke depan skalanya bisa diperluas sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas,” ucapnya.
Terkait peran santri, Zaenul menyampaikan bahwa santri memiliki minat dan bakat yang beragam. Ada yang bercita-cita menjadi kiai, ada pula yang memiliki ketertarikan pada dunia organisasi dan aktivisme, termasuk berkiprah di dunia politik.
“Di pesantren, santri perlu dibekali keduanya, baik penguatan keilmuan agama melalui pengajian kitab maupun pendidikan organisasi. Keduanya sama-sama baik karena kiai berkhidmat mendidik umat, sementara politisi berkhidmat agar kebijakan negara bermanfaat bagi umat,” pungkas Zaenul. (rus).
































