SUKABUMITIMES.COM – Kelurahan Sriwidari, Kota Sukabumi kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada warga penerima manfaat (KPM). Kegiatan berlangsung di aula Kelurahan Sriwidari pada Senin (24/11/25) dan dipimpin langsung oleh Lurah Sriwidari, Hedi Sudarman.
Penyaluran bantuan dilakukan secara tertib dengan sistem yang telah diatur sedemikian rupa guna menjaga kenyamanan dan menghindari kerumunan.
Lurah Sriwidari Hedi Sudarman menjelaskan bahwa bantuan cadangan pangan tersebut disalurkan secara bertahap dalam dua gelombang. Pembatasan jumlah penerima per gelombang diberlakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan warga.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan untuk KPM dari RW 01 sampai RW 07, sementara RW lainnya akan dijadwalkan esok hari. Sistem ini kami terapkan untuk memperlancar penyaluran dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses penyaluran ini ditargetkan selesai pada Rabu mendatang mengingat jumlah total penerima manfaat mencapai 548 KPM dari 14 RW di Kelurahan Sriwidari. Menurutnya, data KPM yang digunakan telah melewati proses verifikasi ulang sehingga benar-benar menyasar warga yang masuk kategori tidak mampu.
“Daftar nominatif sudah terverifikasi secara elektronik, jadi data penerima bersifat valid,” tambah Hedi.
Pada penyaluran kali ini, setiap KPM menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Hedi menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan masyarakat dan membantu menjaga ketahanan pangan keluarga kurang mampu di wilayah Sriwidari.
Di lokasi yang sama, P3K TKSK Kecamatan Gunungpuyuh, Saptaji, menyampaikan bahwa bantuan pangan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pangan Nasional (Bapanas). Untuk periode Oktober dan November, terdapat dua jenis bantuan yang disalurkan, yakni beras dan minyak goreng.
“Penyaluran hari ini khusus untuk Kecamatan Gunungpuyuh sesuai rencana Bulog. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala karena koordinasi dengan Bulog berjalan baik mulai dari pengusulan nama, data penerima hingga distribusi komoditi,” jelas Saptaji.
Ia juga menegaskan bahwa data penerima bantuan berasal dari pusat dan tidak dapat diubah sepihak. Namun, bagi warga yang belum terdata, masih dapat mengajukan melalui Puskesos kelurahan untuk nantinya dimasukkan ke dalam aplikasi bantuan.
“Dengan masuknya data ke aplikasi, warga bisa berpotensi menerima tidak hanya bantuan pangan, tetapi juga PKH dan bantuan sosial lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu KPM, Ibu Neneng Salamah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta pemerintah yang terus menghadirkan program-program bantuan bagi masyarakat kecil.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Semoga program seperti ini terus berjalan karena masih banyak warga yang membutuhkan. Terima kasih kepada Bapak Presiden, semoga beliau sehat dan panjang umur,” pungkasnya. (rus)




























