SUKABUMITIMES.COM – Ustadz Aipda H. Falah Al Khudri menyampaikan, anak-anak zaman sekarang ini jangan manja, karena masih memiliki orang tua lengkap. Sebab manja hanya akan menjadi penyebab anak menjadi lemah.
Hal ini disampaikan Ustadz Falah Al Khudri yang saat ini bertugas di Binmas Polres Sukabumi Kota kepada sukabumitimes.com ketika diwawancarai setelah mengisi Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi yang dilaksanakan di Lapang MTsN Kota Sukabumi pada Kamis (4/9/2025).
“Coba kita lihat bagaimana kehidupan Rasulullah SAW. Sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW itu sudah mempunyai mental yang kuat karena dididik oleh kehidupan dan dibimbing oleh Allah SWT,” ungkap Aipda Falah Al Khudri.
Ustadz yang berprofesi sebagai polisi dengan pangkat Aipda ini mengajak para siswa MTsN untuk tidak terlena dengan keadaan, meksipun orang tua masih lengkap. Apalagi dengan yang namanya gadget yang begitu cepat, justru akan membuat kita semakin terlena.
“Anak-anak ingatlah, bahwa untuk menggapai masa depan yang gemilang itu tidak bisa dicapai dengan leha-leha atau bersantai tetapi harus dengan kerja keras,” ajaknya.
“Seorang anak muda itu bukan yang berkata ini bapakku lho, bapakku punya ini dan itu, seorang anak muda itu yang mampu berkata inilah aku, yang bisa hidup mandiri dan berdaulat,” tambah ustadz dari kepolisian ini dan juga alumni MTsN kota Sukabumi.

Dirinya kembali mengajak kepada para siswa untuk mencontoh Rasulullah SAW. Karena apa? Suatu keuntungan bagi kita, Allah SWT mengutus nabi yang sempurna sebagai contoh bagi kita.
Sejatinya, manusia itu mempunyai potensi untuk mengalirkan darah, tapi potensi yang dibilang oleh malaikat tersebut, tapi kemudian oleh Allah SWT berkata “Aku lebih tahu dibanding engkau”, Allah utus nabinya supaya potensi-potensi itu hilang.
“Artinya apa? kecemasan-kecemasan malaikat terkait perilaku manusia itu bisa hilang ketika mencontoh Nabi. Sama dengan hari ini, dimana pergaulan anak-anak yang sudah mengenal handphone, selama mereka mencontoh perilaku dan akhlak Nabi, InsyaAllah mereka akan jauh dari nilai-nilai negatif di kehidupan ini,” ajaknya kembali.
Menurut Falah Al Khudri, sebagaimana pengamatannya, di MTsN ini ada sinergitas yang positif antara tenaga pendidik dengan komite madrasah.
“Sinergi yang seperti ini merupakan sinyal positif, menandakan bahwa antara keduanya mempunyai cita-cita yang sama dalam membentuk anak yang sholeh dan Sholehah. Contohnya kegiatan PHBI yang diselenggarakan oleh komite madrasah ini berarti salah satu bentuk dukungan orang tua dalam membentuk anak yang berakhlak mulia,” menurutnya.
Kerjasama antara guru dan orang tua akan menumbuhkan perilaku yang positif. Pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab guru saja, tetapi pendidikan adalah menjadi tanggung jawab bersama, terutama orang tuanya. Sehingga bisa melahirkan atau membentuk anak yang berkarakter.
Ustadz Falah berpesan kepada para siswa MTsN Kota Sukabumi untuk terus menjaga nama baik almamater dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh, raih prestasi, dan berperilaku positif, serta senantiasa berjuang mengharumkan nama almamater ini, orang tua maupun untuk diri sendiri.
“Saya melihat dan optimis bahwa sekolah ini sedang bangkit dan berkembang. Tetapi sehebat apapun fasilitas maupun sekolahnya kalau kita tidak ada kemauan untuk merubah, tidak mau belajar, maka bisa dipastikan anak akan nol atau tidak ada perubahan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berpesan bahwa anak-anak sekarang ini berada pada fase peralihan atau pubertas, peralihan dari masa anak-anak ke dewasa.
“Ingat bahwa ada yang namanya anak berhadapan dengan hukum (ABH) artinya banyak anak-anak yang berhadapan dengan hukum dikarenakan ketidaktahuan akan hukum. Hati-hati karena sekarang ini konsekuensi terhadap hukum berlaku bagi anak-anak SMP,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala MTsN Kota Sukabumi Ernawati menekankan pentingnya para siswanya untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan kesahajaan, terutama di lingkungan pendidikan.
“Kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW itu seorang yang terus mau belajar dan belajar. Manusia pilihan akhir zaman yang semasa hidupnya terus menerus belajar,” tekannya.
Dirinya berpesan kepada siswa-siswi MTsN Kota Sukabumi jadikan maulid Nabi sebagai kesempatan untuk mempertebal iman dan meningkatkan amal shaleh.
“Teladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti jujur, sabar, dan peduli terhadap sesama dan berakhlak mulia,” pesannya.
Ernawati berharap peringatan maulid Nabi ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia guru, siswa, Komite madrasah dan orang tua yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi yang banyak sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terlaksana dengan lancar,” pungkasnya.
Perlu diketahui, MTsN Kota Sukabumi menyelenggarakan PHBI Maulid nabi dan pentas PAI pada Kamis, 4 September 2025 yang bertempat di lapang MTsN.
Hadir dalam kesempatan tersebut, seluruh civitas MTsN Kota Sukabumi, pengurus Komite Madrasah serta Dewan Kelas, serta puncak acara diisi oleh Ustadz Aipda H. Falah Al Khudri.
Dalam rangkaian kegiatan PHBI ini, setiap kelas dari kelas 7 hingga 9 juga menampilkan beberapa pentas yang menambah meriah gelaran peringatan maulid Nabi 1447 H. (sya)



























