SUKABUMITIMES.com – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat oleh MTsN Kota Sukabumi. Pada April 2026 ini, madrasah tersebut resmi mengantongi sertifikat program Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, sekaligus meluncurkan program unggulan bertajuk ASRI (Aksi Sadar Rawat Lingkungan) pada Jumat (17/4/2026).
Peluncuran program ASRI ditandai dengan aksi nyata seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, tenaga pendidik hingga tenaga kependidikan yang turun langsung membersihkan lingkungan sekolah, merawat tanaman, serta menjaga kerapian dan keindahan area madrasah.
Kepala MTsN Kota Sukabumi, Ernawati, menegaskan bahwa capaian sertifikat Adiwiyata ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga konsistensi budaya peduli lingkungan.
“Alhamdulillah, per April 2026 ini MTsN Kota Sukabumi sudah mendapatkan sertifikat sebagai sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi,” ujar Ernawati.
Ia menjelaskan, program ASRI merupakan bentuk konkret dari komitmen tersebut, yang tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga pembentukan karakter seluruh warga sekolah.

“Melalui kegiatan ASRI kita tidak hanya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian sejak dini,” ungkapnya.
Kegiatan ini pun tidak berjalan sendiri. MTsN Kota Sukabumi turut menggandeng Kelurahan Gedongpanjang serta masyarakat sekitar, menciptakan kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat dampak program.
Menurut Ernawati, langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju ajang Adiwiyata tingkat kota. Ia optimistis, dengan kerja sama dan kesadaran bersama, lingkungan madrasah yang sehat dan berkelanjutan dapat terwujud.
“Insya Allah MTsN Kota Sukabumi akan ikut dalam ajang program Adiwiyata tingkat kota, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tanggung jawab moral yang harus terus dijaga.
“Ini bukan sekadar seremonial tapi menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Lingkungan madrasah yang bersih dan asri tidak akan terwujud tanpa kesadaran, kepedulian, dan kedisiplinan dari kita semua,” tegas Ernawati.
Ia bahkan memberikan peringatan keras kepada seluruh warga sekolah agar tidak lagi bersikap acuh terhadap kebersihan.
“Saya mengajak, sekaligus menegaskan, bahwa tidak boleh ada lagi sikap abai terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Setiap sampah yang kita buang sembarangan, setiap sudut yang kita biarkan kotor, adalah cerminan dari kurangnya kepedulian kita sendiri,” ujarnya.
Ernawati juga mengajak seluruh keluarga besar MTsN untuk membuktikan komitmen melalui tindakan nyata sehari-hari.
“Mari kita buktikan bahwa keluarga besar MTsN adalah pribadi-pribadi yang berkarakter, yang mampu menjaga amanah, dan yang benar-benar mendukung program Adiwiyata, bukan hanya dalam kata, tetapi dalam tindakan nyata setiap hari,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Asep Aliyudin, menilai program ASRI memiliki dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku siswa dan seluruh warga madrasah.
“Dengan adanya aksi sadar lingkungan di MTsN, harapannya bisa mengubah perilaku warga, mulai dari siswa, guru, dan karyawan agar lebih sadar dalam merawat, menata, dan menjaga kebersihan di lingkungan madrasah,” jelas Asep.
Ia menambahkan, kebiasaan baik tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi para siswa saat terjun ke masyarakat.
“Sehingga ini menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi murid di kemudian hari ketika mereka turun ke masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua OSIM MTsN Kota Sukabumi, Shafa Mumtaz Hidayat, mengaku bangga dan antusias dengan keterlibatan sekolahnya dalam program Adiwiyata.
“Semoga ke depannya sekolah tempat kami menimba ilmu tidak terasa gersang, tetapi semakin hijau dan membuat semangat belajar semakin meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk terus menjaga semangat gotong royong demi meraih predikat Adiwiyata yang lebih tinggi.
“Kami mengajak teman-teman semua untuk terus bergotong royong. Semoga MTsN dapat memperoleh predikat Adiwiyata yang sesungguhnya,” ucapnya.
Sebagai perwakilan siswa, Shafa menegaskan bahwa pengurus OSIM akan berada di garis depan dalam mendukung setiap program lingkungan di madrasah.
“Yang pasti seluruh pengurus OSIM akan terus menjadi contoh bagi teman-teman yang lain untuk menjadi yang terdepan dalam program ini maupun program sekolah lainnya,” pungkasnya. (sya)

























