SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memastikan Bumi Perkemahan (Buper) Cikundul seluas 7 hektar akan kembali diaktifkan untuk mendukung kegiatan kepramukaan di Kota Sukabumi.
Hal itu disampaikan Ayep usai membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Sukabumi yang digelar untuk memilih ketua baru masa bakti 2026-2031 yang bertempat di Sekretariat Kwarcab pada Kamis (14/5/2026)
“Program pertama, Bumi Perkemahan Cikundul ini harus fungsional lagi. Karena marwah Pramuka di Kota Sukabumi adalah Bumi Perkemahan Cikundul,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, keberadaan Buper Cikundul memiliki nilai penting bagi perkembangan gerakan Pramuka di Kota Sukabumi. Bahkan, ia menyebut bumi perkemahan tersebut menjadi salah satu yang cukup strategis di Jawa Barat.
“Karena di Jawa Barat bumi perkemahan itu hanya ada tiga, salah satunya Kota Sukabumi di Cikundul. Luas tanahnya kan 7 hektar,” katanya.
Ayep menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi akan mengupayakan pembangunan dan pengaktifan kembali kawasan tersebut agar bisa digunakan untuk pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
“Insya Allah kita bangun lagi. Karena Pramuka harus jadi gugus terdepan dalam pembangunan generasi muda,” ucapnya.
Meski demikian, realisasi pembangunan masih akan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Kita upayakan aktif. Mudah-mudahan tergantung TKD-nya. Kalau memungkinkan tahun ini kita selesaikan kalau anggarannya turun, kalau tidak mungkin tahun depan,” katanya sambil tersenyum.
Dalam sambutannya di Muscab, Ayep yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Kota Sukabumi menekankan pentingnya sinergi antara Kwarcab dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan visi “Sukabumi Emas 2035”.
Ia meminta jajaran pengurus Pramuka mendatang ikut menyusun indikator keberhasilan Sukabumi Emas, mulai dari penanganan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, menekan angka pengangguran hingga pengentasan kawasan kumuh.
“Saya minta Pramuka buat indikator Sukabumi Emas. Salah satunya stunting harus 0 persen, kemiskinan ekstrem 0 persen, pengangguran terendah, rumah kumuh kalau bisa tidak ada. Ini akan kita intervensi selama 10 tahun ke depan,”jelasnya.
Sementara itu, kandidat tunggal Ketua Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi, Ranti Rachmatillah Zaki berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa Pramuka Kota Sukabumi menjadi lebih maju dan diperhitungkan di tingkat Jawa Barat maupun nasional.
“Mudah-mudahan kita bisa membawa Pramuka Kota Sukabumi ke arah yang lebih baik lagi, lebih maju, lebih bagus, dan lebih diperhitungkan di kancah Jawa Barat dan nasional,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Baim Setiawan mengatakan Muscab merupakan agenda konstitusional organisasi untuk mempertanggungjawabkan program lima tahun sebelumnya sekaligus menyusun rencana kerja lima tahun ke depan.
“Rencana kerja Kwarcab tentunya harus sejalan dan seirama dengan program Pemerintah Daerah Kota Sukabumi,” ujarnya.
Baim juga mengungkapkan bahwa dari tujuh kwartir ranting di Kota Sukabumi, seluruhnya mengusulkan nama Ranti Rachmatillah Zaki sebagai calon ketua Kwarcab.
“Kalau sudah tujuh kwartir ranting berarti aklamasi,” tendasnya.
Ketika ditanya agenda terdekat yang terkait dengan kegiatan kepramukaan, Baim mengatakan bahwa untuk saat ini konsentrasi pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas).
“Kalau hari ini kita persiapan Jambore Nasional. Jambore Nasional dan tentunya Kwarcab Kota Sukabumi sudah menyiapkan karena tingkat nasional per kabupaten/kota hanya 2 regu putra dan 2 regu putri,” pungkasnya. (sya)
























