Encep Hadiana Pimpin FPRB, Motor Penggerak Budaya Siaga Bencana di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMITIMES.COM – Upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana di Kabupaten Sukabumi memasuki babak baru. Kamis (4/9/2025), Musyawarah Besar (Mubes) Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) resmi digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusbangdai) Cikembar.

Acara yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi itu turut dihadiri jajaran pejabat penting, mulai dari staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan SDM, kepala Badan Kesbangpol, kepala Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Damkar, Satpol PP, hingga Camat Cikembar.

Kehadiran mereka menegaskan betapa pentingnya forum ini bagi masa depan penanggulangan bencana di Sukabumi dan dalam kesempatan tersebut, mubes berlangsung dinamis dengan tiga sidang pleno yang membahas penetapan kuorum, peserta, status organisasi, penyusunan program kerja, hingga pemilihan ketua dan tim formatur.

Dari hasil musyawarah, KH. Encep Hadiana dipercaya menakhodai FPRB Kabupaten Sukabumi periode 2025 – 2030.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara Adiguna, menjelaskan bahwa pembentukan forum ini memiliki tujuan strategis, yakni menghadirkan wadah relawan dan komunitas kebencanaan agar bisa bergerak lebih terarah dan sistematis.

“FPRB ini merupakan pengejawantahan amanat Peraturan Kepala BNPB Nomor 11 Tahun 2014 tentang peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana. Dengan adanya forum, kolaborasi bisa lebih kuat, baik pada tahap pra bencana, tanggap darurat, maupun pascabencana,” terang Agus.

Lebih jauh, Agung menekankan bahwa Kabupaten Sukabumi dengan kondisi geografis yang rawan bencana memerlukan kerja sama lintas sektor dan masyarakat. FPRB diharapkan menjadi garda terdepan yang menjembatani sinergi tersebut.
“Alhamdulillah, pembentukan forum ini pun disambut antusias para peserta, yang meyakini keberadaan FPRB mampu memperkuat peran relawan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana,” terangnya.

“Dengan terpilihnya KH. Encep Hadiana sebagai ketua, semoga forum ini menjadi motor penggerak budaya siaga bencana di wilayah yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Jawa Barat,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *