SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pemerintah kota (Pemkot) akan menindaklanjuti terkait dugaan adanya pengemplangan pajak restoran besar.
Hal ini disampaikan Ayep Zaki dalam menanggapi apa yang disorot oleh Komisi II DPRD kota Sukabumi beberapa waktu lalu pada Senin (4/8/2025).
“Pemerintah akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan membentuk tim khusus untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan membentuk tim khusus untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekaligus ini sebagai jawaban Wali kota Ayep atas kritik yang dilontarkan Komisi II DPRD mengenai rendahnya realisasi PAD dari sektor restoran.
“Masukan dari Komisi II terkait PAD itu cukup baik. Dan saya setuju yah dengan yang disampaikan oleh rekan Komisi II DPRD Kota Sukabumi, terkait semangatnya dalam peningkatan PAD,” ujar Ayep kepada wartawan, Senin (4/8/2025).
Yang menjadi sorotan adalah pernyataan Komisi II mengenai dugaan praktik pengemplangan pajak oleh sebuah rumah makan yang hanya menyetorkan Rp12 juta per bulan, padahal potensi pajaknya diperkirakan mencapai Rp72 juta.
“Kan pernah disampaikan oleh Komisi II DPRD Kota Sukabumi, ada salah satu restoran yang hanya menyetorkan pajaknya cuman Rp12 juta. Padahal, menurut rekan Komisi II tersebut, harusnya restoran tadi menyetorkan sebesar Rp72 juta,” jelasnya.
Sebagai upaya tindak lanjut dalam menyikapi hal tersebut, wali kota saat ini tengah menyusun rencana pembentukan tim lintas sektor yang melibatkan aparat penegak hukum untuk mengawal optimalisasi PAD di Kota Sukabumi.
“InsyaAllah nanti kita akan membentuk tim optimalisasi PAD. Tunggu aja waktunya, kita akan bikin bersama-sama antara wali kota, kejaksaan, kepolisian dan juga Kodim 0607. Saat ini kita sedang rancang dulu ya,” imbuhnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki sistem pemungutan pajak, serta memastikan tidak terjadi kebocoran yang merugikan kas daerah.
“Harapannya jelas, agar PAD kita bisa meningkat. Jadi apapun, kita memulai semuanya dari PAD,” pungkas Ayep. (sya)































