SUKABUMITIMES.COM – Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, menjadi saksi nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan Kodim 0607 Kota Sukabumi melalui program Karya Bakti TNI yang dimulai pada Selasa (29/7/2025).
Program ini membawa angin segar bagi masyarakat, khususnya para petani penggarap di wilayah Bagja Sutra, Baru Ajol, dan sekitarnya.
Karya Bakti TNI ini bukan sekadar kegiatan pembangunan infrastruktur biasa. Ini adalah jawaban atas harapan dan impian masyarakat untuk memiliki akses jalan usaha tani yang lebih baik, aman, dan nyaman. Dengan hadirnya jalan yang layak, aktivitas pertanian dan distribusi hasil tani kini akan jauh lebih lancar dan efisien.
Tiga ruas jalan menjadi fokus dalam pengerjaan karya bakti ini, yaitu Jalan Selabintana, Kampung Cipelang, dan Jalan MH Baru Ajol. Ketiga jalur ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat tani yang selama ini kerap menghadapi kendala akses akibat jalan yang rusak dan berlumpur saat musim hujan.
Hari pertama pelaksanaan proyek ini ditandai dengan semangat gotong royong luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Dari warga umum, kelompok tani, hingga aparat desa turut ambil bagian dalam proses pembangunan. Pekerjaan dimulai dengan rabat beton sepanjang 500 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan coran 10 cm.
Kepala Desa Sudajaya Girang Edi Juarsah menyampaikan, rasa syukur dan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan merealisasikan kegiatan ini. Ia menyebut bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dan TNI terhadap masyarakat desa, terutama para petani yang selama ini sangat membutuhkan akses jalan memadai.
“Kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan ini menjadi catatan amal saleh untuk semua pihak. Terutama kepada Bapak Bupati Sukabumi Asep Jafar dan Pak Dandim Kota Sukabumi, yang telah memberikan perhatian dan fasilitas luar biasa untuk peningkatan kualitas jalan di desa kami,” ungkap Edi Juarsah
Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini menunjukkan kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.
“Warga tak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menyumbang tenaga, pikiran, hingga konsumsi bagi para pekerja lapangan,” ujarnya.
Dukungan dari Kodim 0607 Kota Sukabumi juga menjadi pilar penting keberhasilan kegiatan ini. Kehadiran anggota TNI di tengah masyarakat tak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara warga dan aparat keamanan.
Program Karya Bakti TNI ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Pembangunan infrastruktur pertanian berbasis kolaborasi bisa menjadi model keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan dan partisipatif.
Dengan jalan usaha tani yang semakin baik, petani di Sudajaya Girang kini dapat lebih mudah mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar. “Selain meningkatkan perekonomian, kehadiran infrastruktur ini juga menjadi simbol kebersamaan, kerja keras, dan harapan baru bagi masyarakat desa menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (rus)

































