SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi direncanakan akan menganggarkan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di kota Sukabumi kurang lebih Rp2 sampai Rp3 miliar.
Hal ini diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji kepada sukabumitimes.com setelah mendampingi Pj Gubernur Jabar dalam kunjungannya ke SMPN 12 dan SMAN 5 Kota Sukabumi pada Rabu (8/1/2025).
“Kita juga berharap dari provinsi yang Rp1 triliun itu, sambil menunggu petunjuk resmi dari pusat. Sampai saat ini petunjuk pelaksanan juga belum ada,” ungkap Kusmana Hartadji.
Pj Wali Kota Sukabumi menjelaskan, bahwa peran kabupaten/kota dalam program MBG ini sebenarnya sudah diarahkan, setidaknya ada tujuh point.
“Termasuk didalamnya juga pendataan sasaran (jumlahnya berapa), Infrastruktur, juga DKP3 kota Sukabumi harus menyiapkan bahan baku atau pokoknya, karena sekarang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya.
Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Kusmana menyebutkan membutuhkan dapur yang mampu mempersiapkan dan mengolah yang mampu mengakomodir antara 3.000 sampai 3.500 porsi program MBG.
“Mudah-mudahan di kota Sukabumi cukup satu dapur per kecamatan,” tandasnya.
Ketika ditanya yang terkait dengan pengawasan dapur MBG dari pihak pemerintah, Kusmana menyebut BGN dan Dinas Kesehatan (Dinkes) harus mempunyai peran nantinya.
“Hanya saja memang harus tetap berkoordinasi dengan BGN, karena ini memang kegiatannya pusat, tetapi harus ada beberapa yang harus disinergikan,” sebutnya.
Pada kesempatan ini, ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung program ini, agar tepat sasaran, tepat gizi, dan tepat menu.
“Kita harus mendukung program ini,” ajaknya.
Pihaknya juga berharap semoga program ini segera menyeluruh di Kota Sukabumi. Di provinsi saja belum ada kepastian, sebab ini juga baru kemarin hari Senin.
“Tetapi, untuk dapur pengolahan MBG, pihak Dandim 0607 kota Sukabumi juga sudah mempersiapkan, yaitu di Gedongpanjang kecamatan Citamiang,” jelasnya
Jumlah sekolah yang hari ini sudah melaksanakan program MBG di kota Sukabumi ada enam sekolah, yang melingkupi dari SD, SMP, dan SMA.
“Yakni SDN Loasari 101 siswa, SDN Cibungur 323 siswa, SDN Rancakadu 203 siswa, dan SD IT Al Amien 383, sedangkan SMP 12 kota Sukabumi jumlah penerima ada 681 siswa, dan ditambah SMA 5 Kota Sukabumi sebanyak 1.334 siswa. Semuanya berasal dari kecamatan Cibeureum dengan total 3.025 siswa,” unggahnya.
Sempat juga disinggung tentang pelarangan mengambil gambar atau foto di dapur pengolahan, Kusmana mengaku belum mendapat info terkait hal tersebut. Menurutnya ini untuk mengantisipasi dan menjaga higienitas makanan.
“Yang menyusun makannya saja memakai masker, masak kemudian kita tanpa masker tiba-tiba masuk begitu aja. Ini untuk menjaga higienitas makanan saja,”pungkasnya. (sya)































