SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memberikan pembelajaran edukasi dan tata cara memadamkan api kepada anak-anak usia dini.
Pembelajaran dan edukasi ini diberikan kepada siswa-siswi KB Nurul Ta’lim yang berlokasi di Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembur situ Kota Sukabumi pada Rabu (8/1/25).
Kepala Seksi Pencegahan dan Penyelamatan Damkar Dadi Kusmayadi mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima kunjungan dari kelompok belajar (KB) Nurul Ta’lim dengan Jumah 18 siswa di tambah 4 guru dan kepala sekolah, kedatangan mereka ke dinas Damkar untuk belajar pengenalan dari bahaya kebakaran sejak usia dini.
“Anak-anak perlu dikenalkan bahaya kebakaran sejak usia dini,” kata Dadi Kusmayadi kepada sukabumitimes.com di ruang kerjanya pada Rabu (8/1/2025).
Dadi menceritakan mulai tahun 2020 banyak menerima kunjungan dari beberapa sekolah, bahkan hampir setiap hari selalu ada kunjungan dari pihak sekolah.
“Tentu saja kunjungan siswa dan guru ini untuk mengenal dan belajar,” ceritanya.
Pada dasarnya kunjungan ini begitu bermanfaat bagi anak-anak sehingga mereka dapat mengenal bahaya kebakaran sejak usia diri, terkadang anak usia dini suka sekali bermain api seperti bakar sampah sembarang, bermain korek dan lain sebagainya.
“Kami mengenalkan anak-anak serta memberikan dampak ketika anak-anak sering sekali bermain api itu dapat menyebabkan kebakaran,” tandasnya.
Ia menambahkan untuk di kota Sukabumi sering terjadi kasus kebakaran yang disebabkan oleh api kecil, contohnya kasus membakar plastik, yang kemudian bakarannya mengenai tangan akhirnya anak melempar plastik tersebut yang akhirnya kena tumpukan kasur sehingga terjadilah kebakaran.
Menurut Dadi, pengenalan untuk anak-anak usia dini diberikan pembelajaran tentang bahaya kebakaran dengan cara mengedukasi penyebab kebakaran.
“Kedua pengenalan tentang penyelamatan hewan dengan cara memperkenalkan hasil tangkapan atau evakuasi seperti ular, sarang tawon. Selain itu, mereka diperkenalkan juga dengan berbagai jenis ular tidak berbahaya sampai ular yang mematikan,” urainya.
Damkar Kota Sukabumi juga memberikan edukasi dan pembelajaran untuk anak-anak tentang cara memadamkan api dengan mobil kebakaran sambil basah-basahan.
“Alhamdulilah anak-anak begitu senang dan sangat antusias,” ucapnya.
Menurut Dadi, masih banyak agenda yang sudah ditetapkan bagi siswa-siswi yang ingin mengenal dan belajar tentang bahayanya kebakaran dan ini bisa di lakukan bagi seluruh siswa siswi baik tingkat PAUD, SD, SMP hingga SLTA.
Dadi berharap, untuk seluruh masyarakat agar dapat mengetahui tentang bahaya kebakaran serta dapat mengantisipasi yang dapat menyebabkan kebakaran.
“Penyebab kasus kebakaran di kota Sukabumi itu banyak disebabkan dari kelalaian manusia itu sendiri, seperti kebakaran yang disebabkan dari obat nyamuk bakar, aliran listrik, kompor hingga pengecasan handphone,” rincinya.
Dadi berpesan bilamana terjadi kebakaran, masyarakat supaya cepat memberitahukan kepada pihak damkar.
“Respon time yang sudah ditentukan secara SOP, akan langsung bergerak cepat menuju TKP, untuk informasi bisa menghubungi layanan celular di 08567222155,” ungkapnya.
Masih di tempat yang sama, Kepala Sekolah KB Nurul Ta’lim Erni Susanti mengatakan, bahwa pihaknya sudah membawa 18 siswa untuk kunjungan ke pemadam kebakaran Kota Sukabumi.
“Inii baru pertama kalinya kami kesini, dan seterusnya insyaAllah kami akan menjadwalkan secara rutin ke depan ya,” kata Erni.
Menurutnya, ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, diharapkan anak-anak dapat mengenali tentang pencegahan kebakaran, mengenali binatang buas, karena kegiatan ini di sesuaikan dengan tema pembelajaran.
“Semoga kegiatan ini dapat berlangsung */secara rutin untuk sekolah. Ini sebagai ajang pendidikan dan latihan, sehingga akan dapat diimplementasikan di sekolah,” pungkasnya. (rus)

























