SUKABUMITIMES.COM – “Lauknya ada, sayurnya juga ada, maksudnya itu proteinnya dapat, mineralnya dapat dari susunya, nasinya tidak terlalu keras. Dagingnya sebenarnya enak, tapi agak alot dan kuah sayur agak asem,”
Ini Ungkapan Syalwa Azizah Siswi kelas 11.6 SMAN 5 kota Sukabumi ketika diwawancarai sukabumitimes.com setelah menyelesaikan makan siang bersama-sama dengan temannya dikelas pada Rabu (8/1/2025).
Menurut gadis manis kelas 11.6 ini, dagingnya sebenarnya enak namun agak alot, sayurnya pun kalau memakannya memakai kuah jadinya asem.
“Tadi nyoba sedikit pake kuah dan tidak dilanjut karena asem, tadi itukan sayurnya daun sawi campur tahu, enak sebenarnya, hanya saja kuahnya asem,” ungkapnya.
Menurutnya, makan di sekolah itu nikmat dan enak, karena bareng-bareng dengan temen yang lainnya.
“Porsinya lumayan untuk makan siang, membuat syalwa kenyang,” ucapnya.
Syalwa mengaku dirinya dan teman-teman untuk makan bergizi gratis ini tidak dipungut biaya atau bayaran sedikitpun.
“Kita semua membawa sendok dan tumbler untuk minum dari rumah, sedangkan misting sudah dari sananya,” akunya.
“Alhamdulillah kita tidak ditarik untuk iuran misting atau tempat makannya. Hanya membawa sendok sendiri-sendiri dari rumah,” lanjutnya.
Ketika ditanya lebih jauh, ternyata Syalwa ini termasuk dari siswi yang alergi tehadap makanan, terutama olahan ikan laut.
“Kalau ikan mas bisa makannya,” tandasnya.
Kalau seandainya nanti ternyata menu makan yang disediakan tersebut mengandung unsur ikan laut penyebab alergi, dirinya tidak akan memakannya.
“Kalau saya sudah alergi itu bukan hanya sekedar gatal-gatal saja, melainkan juga panas dan untuk pemulihan itu perlu dua hingga tiga hari,” jelasnya.
Mengenai permintaan khusus pihak sekolah kepada vendor penyedia MBG itu diakuinya tidak ada. Namun setiap siswa yang alergi itu harus mendaftar.
“Kita harus ngelist melalui google form bagi yang ada alergi makanan,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Bidang Humas SMAN 5 Kota Sukabumi Budi Satia Baskara mengatakan jumlah siswa yang mendapatkan MBG ini sebanyak 1.334 siswa, terdiri dari 612 laki-laki dan 722 perempuan.
“Selain itu, kami juga mengirimkan data sejumlah 60 siswa yang punya alergi terhadap makanan.Sehingga yang 60 siswa punya riwayat alergi tersebut kami pisahkan,” tandasnya.
Sebagai langkah antispasi bagi siswa yang alergi, Baskara menjelaskan untuk hari ini baru awal, jadi nanti kalau menu makannya berdampak, maka menunya akan diganti.
“Kebanyakan siswa itu alergi terhadap makan laut. Jika menu yang sekarang kita lakukan pengecekan. Hari pertama ini menunya adalah nasi, ayam kecap, sayur, buah dan ada susu kotak.
“Pada prinsipnya bagi yang alergi itu bisa memesan, nanti juga pihak BGN akan menganalisa menu yang cocok seperti apa. Kalau menu hari ini kurang pas, bisa disesuaikan dengan alergi apa dari siswa yang bersangkutan,” pungkasnya. (sya)
























