Ayep Zaki Tegaskan Suka-SAI Akan Jadi Otak Digital Kota Sukabumi, Seluruh Data Strategis Terintegrasi Real-Time

SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi tengah menyiapkan lompatan besar dalam transformasi digital melalui pengembangan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (Suka-SAI), sebuah sistem kecerdasan buatan (AI) yang akan mengintegrasikan seluruh data strategis daerah ke dalam satu server sehingga dapat diakses secara cepat, akurat, dan real-time sesuai dengan kewenangan masing-masing pengguna.

Penegasan tersebut disampaikannya seusai menghadiri kegiatan Evaluasi Peserta Pasca Pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang digelar BKPSDM Kota Sukabumi di Ruang Utama Balai Kota pada Rabu (22/7/2026).

“Ke depan kita akan memiliki server sendiri dan sistem sendiri yang memuat seluruh data real-time Kota Sukabumi. Mulai dari data kependudukan, pendidikan, kesehatan, kehamilan, kelahiran, penyandang disabilitas, wajib pajak, retribusi, PBB-P2, hingga berbagai data lainnya akan terintegrasi dalam satu server,” tegas Ayep Zaki

Pelatihan tersebut diikuti 32 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah sebagai bagian dari peningkatan kompetensi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Para peserta mendapatkan pembekalan penggunaan Suka-SAI yang nantinya akan menjadi platform AI resmi milik Pemerintah Kota Sukabumi.

Menurut Ayep Zaki, keberadaan Suka-SAI akan mengubah cara pemerintah memperoleh informasi. Seluruh data dari berbagai organisasi perangkat daerah akan dihimpun dalam satu sistem sehingga pencarian informasi tidak lagi dilakukan secara manual ke masing-masing instansi.

“Kalau membutuhkan data real-time, nanti tidak perlu lagi mencari ke berbagai instansi. Semuanya sudah tersedia melalui Suka-SAI,” katanya.

Ia menegaskan, integrasi data tersebut akan mempercepat proses pelayanan publik sekaligus mendukung pengambilan keputusan pemerintah yang berbasis data.

Namun demikian, Ayep memastikan keamanan data tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan sistem tersebut.

“Untuk pengamanannya, hanya pihak tertentu yang dapat mengakses data tertentu. Ada data yang bisa dibuka untuk umum, tetapi ada juga yang bersifat khusus karena menyangkut data pribadi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, sistem kecerdasan buatan itu nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan daerah karena mampu menampilkan kondisi masyarakat secara aktual dari berbagai sektor.

“Dengan data yang akurat dan real-time, pemerintah bisa mengambil keputusan lebih cepat dan tepat sasaran. Kita bisa mengetahui berapa jumlah warga miskin ekstrem, angka stunting, hingga kondisi pelayanan publik secara menyeluruh,” ujar Ayep.

Ia optimistis kehadiran Suka-SAI akan mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengatakan pelatihan AI lanjutan tahun ini merupakan tahap pengembangan kemampuan aparatur setelah sebelumnya memperoleh pelatihan dasar mengenai kecerdasan buatan.

Menurut Taufik, pada pelatihan kali ini peserta tidak hanya mempelajari konsep AI, tetapi juga dibekali kemampuan tingkat menengah (intermediate), khususnya dalam menyusun prompt yang tepat agar menghasilkan informasi yang akurat dan relevan.

“Kalau yang umum seperti ChatGPT atau Gemini tidak kita gunakan dalam pelatihan ini. Yang digunakan adalah AI milik Kota Sukabumi sendiri, yaitu Suka-SAI. Jadi peserta langsung belajar membuat prompt melalui sistem yang kita miliki,” ungkap Taufik.

Ia menjelaskan, penggunaan platform buatan sendiri merupakan langkah strategis agar seluruh data pemerintah tetap tersimpan secara aman di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi tanpa bergantung pada sistem eksternal.

“Saat ini Suka-SAI masih berada pada tahap awal pengembangan dengan fitur-fitur dasar yang difokuskan sebagai media pembelajaran bagi aparatur,” jelasnya.

Meski demikian, BKPSDM telah menargetkan pengembangan sistem secara bertahap hingga seluruh basis data pemerintah mulai terintegrasi pada akhir tahun 2026.

“Target kami, akhir tahun ini database sudah mulai di-input. Saat ini masih tahap dasar. Nanti pada pelatihan batch ketiga di bulan November, peserta sudah menggunakan Suka-SAI dengan fitur yang jauh lebih lengkap,” jelasnya.

Taufik menambahkan, pada tahap lanjutan Suka-SAI akan mampu menyajikan berbagai informasi strategis daerah, mulai dari jumlah ibu hamil di setiap kelurahan, tingkat pengangguran di masing-masing wilayah, hingga indikator pembangunan lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

“Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi alat bantu administrasi, tetapi juga menjadi pendukung analisis data bagi pemerintah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (sya)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *