SUKABUMITIMES.com – Seorang pengguna media sosial Facebook, Sigit Ahmad Al Malik, mengaku prihatin dengan kondisi fasilitas di GOR Merdeka Kota Sukabumi yang dinilai sudah lama mengalami kerusakan, terutama pada bagian toilet yang disebut tidak lagi layak digunakan.
Kepedulian tersebut disampaikan Sigit melalui unggahan video di akun Facebook pribadinya. Dalam video itu terlihat kondisi toilet serta sejumlah ruangan di GOR Merdeka yang mengalami kerusakan.
Unggahan tersebut pun langsung menyita perhatian warganet dan memunculkan beragam komentar yang mempertanyakan belum adanya perbaikan dari Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) sebagai instansi yang membidangi pengelolaan fasilitas olahraga tersebut.
Dalam unggahannya, Sigit secara langsung menyampaikan keluhan kepada Kepala Disporapar Kota Sukabumi dan Kepala UPTD Pengelola GOR Merdeka agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas yang dinilai sudah tidak layak.
“Sangat disayangkan, fasilitas olahraga yang seharusnya menjadi tempat pembinaan dan mencetak prestasi justru dibiarkan dalam kondisi kurang layak. Hal-hal mendasar seperti kebersihan dan sarana toilet seharusnya menjadi perhatian serius,” tulis Sigit dalam unggahannya.
Menurutnya, persoalan bukan hanya toilet yang rusak, tetapi juga aroma tidak sedap dari septic tank yang sangat menyengat hingga mengganggu aktivitas para atlet.
“Toilet sudah lama rusak sehingga tidak bisa digunakan. Bau dari septic tank juga sangat menyengat. Ketika pintu toilet sedikit terbuka saja, aromanya langsung menyebar ke area sekitar dan sangat mengganggu atlet yang sedang berlatih,” ungkapnya.
Ia menilai para atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama Kota Sukabumi seharusnya memperoleh fasilitas latihan yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Para atlet yang berjuang membawa nama baik Kota Sukabumi sejatinya dapat berlatih di lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat,” katanya.
Tak hanya menyoroti kondisi fasilitas, Sigit juga mengkritisi pihak-pihak yang menurutnya lebih banyak menampilkan berbagai capaian pembangunan pemerintah di media sosial dibanding memperhatikan persoalan fasilitas publik yang masih membutuhkan pembenahan.
“Masih banyak fasilitas publik yang membutuhkan perhatian. Jangan sampai yang lebih banyak ditampilkan hanya keberhasilan pembangunan, sementara persoalan yang dirasakan masyarakat belum terselesaikan,” tulisnya.
Meski menyampaikan kritik, Sigit menegaskan bahwa apa yang disampaikannya bukan bertujuan menjatuhkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar kondisi GOR Merdeka segera dibenahi.
“Kritik ini bukan untuk menjatuhkan pemerintah. Justru ini bentuk kepedulian agar fasilitas publik, khususnya GOR Merdeka, segera mendapat perhatian dan dilakukan perbaikan,” tegasnya. (sya)






























