SUKABUMITIMES.com– Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang renang tingkat Kota Sukabumi tahun 2026 digelar di Kolam Renang TROK pada Jumat (12/6/2026).
Ajang yang diikuti sekitar 50 atlet pelajar putra dan putri dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu menjadi sarana seleksi atlet menuju O2SN tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang mengusung tema“Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga”tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet usia dini. Para peserta bertanding pada empat nomor perlombaan, yakni 50 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya punggung, 50 meter gaya dada, dan 50 meter gaya bebas.
Koordinator Lapangan O2SN cabang renang, Didin Abidin, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurut dia, antusiasme pelajar terhadap cabang olahraga renang terus menunjukkan perkembangan positif.
“Kurang lebih ada 50 atlet yang bertanding, baik putra maupun putri. Ini menunjukkan minat dan semangat pelajar terhadap olahraga renang semakin meningkat,”ujar Didin.
Ia menjelaskan, para juara pada tingkat kota akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi dan pembinaan menuju O2SN tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli mendatang.
Menurut Didin, O2SN menjadi wadah penting untuk menjaring bibit atlet sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan semangat berprestasi.
“Melalui ajang ini kami berharap lahir generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada para pemenang berupa piagam dan medali sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih selama kompetisi berlangsung.
Di balik pelaksanaan kejuaraan tersebut, Didin menyoroti keterbatasan sarana yang dimiliki Kota Sukabumi. Ia menilai Kolam Renang TROK masih belum memenuhi standar yang digunakan dalam kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Menurut dia, kolam yang digunakan saat ini memiliki panjang sekitar 25 meter, sedangkan kejuaraan tingkat lebih tinggi umumnya menggunakan kolam berstandar nasional dengan panjang 50 meter.
“Secara ideal memang masih kurang standar. Di tingkat provinsi dan nasional menggunakan kolam 50 meter, sementara kolam yang ada saat ini sekitar 25 meter,” ujarnya.
Karena itu, Didin berharap kebutuhan pembangunan kolam renang berstandar nasional dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan prestasi atlet renang Kota Sukabumi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bahan evaluasi bersama. Kami di lapangan sangat berharap pemerintah dapat mewujudkan kolam renang berstandar nasional agar pembinaan atlet lebih maksimal,” katanya.
Pelaksanaan O2SN cabang renang tahun ini menjadi bagian dari komitmen dunia pendidikan di Kota Sukabumi dalam mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga olahraga.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir atlet-atlet muda yang mampu membawa nama Kota Sukabumi berprestasi di tingkat Jawa Barat hingga nasional. (rus)



























