SUKABUMITIMES.com– Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan dan Jaringan Pengairan (Japung) SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Hendra Gunawan, mengungkapkan bahwa pemeliharaan Kolam Retensi yang berada di kawasan Terminal Tipe C Kota Sukabumi memang menjadi kewenangan DPUTR Kota Sukabumi.
Menurut Hendra, pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap pemeliharaan kolam retensi beserta taman yang berada di area tersebut.
Hal tersebut disampaikan Hendra ketika diwawancarai sukabumitimes.com di kawasan kolam retensi pada Selasa (23/6/2026).
“Seperti yang sudah diutarakan oleh Pak Kepala Terminal bahwa pemeliharaan kolam retensi beserta tamannya adalah tanggung jawab dari DPUTR Kota Sukabumi,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kota Sukabumi secara rutin melaksanakan kegiatan normalisasi dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di Kolam Retensi Terminal Tipe C, melainkan juga di sejumlah bendungan lainnya yang tersebar di wilayah Kota Sukabumi.
“Di bidang SDA DPUTR Kota Sukabumi selalu secara rutin melaksanakan normalisasi setiap minggunya dua kali, yaitu pada hari Selasa dan Kamis,” katanya.
Hendra menyebutkan, terdapat sekitar 20 bendungan yang menjadi objek pemeliharaan rutin oleh pihaknya.
“Yang kami normalisasi itu bukan hanya kolam retensi ini saja, tetapi ada kurang lebih 20 bendungan,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi kolam retensi yang belakangan menjadi sorotan, Hendra menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan tindak lanjut dengan menerjunkan tim ke lapangan.
“Kemarin setelah kami mendapat keluhan dari masyarakat terkait kondisi kolam retensi ini, kami selaku pengelola langsung menindaklanjutinya dengan menurunkan tim ke lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah cepat tersebut dilakukan atas arahan pimpinan di lingkungan DPUTR Kota Sukabumi.
“Kami langsung gercep apa yang diperintahkan oleh Pak Kadis dan Sekdis kami,” tegas Hendra.
Meski demikian, Hendra mengaku agenda pembersihan dan perawatan kolam retensi sebenarnya telah disusun jauh sebelum munculnya keluhan dari masyarakat.
“Kami sudah rencanakan jauh-jauh hari dan mengagendakan pembersihan kolam retensi ini,” akunya.
Terkait masih terlihatnya genangan air berwarna hijau di kolam retensi, Hendra menjelaskan bahwa pihaknya saat ini terkendala pada peralatan yang digunakan untuk penyedotan air.
“Mesinnya saat ini baru ada kendala,” katanya singkat.
Di sisi lain, Hendra juga mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemeliharaan bendungan dan infrastruktur sumber daya air di Kota Sukabumi. Menurutnya, pengurangan transfer ke daerah dari pemerintah pusat turut berdampak terhadap kegiatan pemeliharaan.
“Kita semua tahu ya, efisiensi anggaran menjadi salah satu yang menjadi hambatan pemeliharaan bendungan,” ujarnya.
Namun demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan menghentikan pelayanan kepada masyarakat. DPUTR Kota Sukabumi, kata dia, tetap berkomitmen menjalankan tugas pemeliharaan infrastruktur secara maksimal.
“Meskipun adanya efisiensi, kami pun terus bergerak karena kita ini mengabdi untuk masyarakat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Hendra mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar Kolam Retensi Terminal Tipe C agar fungsi kolam sebagai pengendali banjir dapat berjalan optimal.
“Kita sama-sama menjaga, jangan buang sampah ke kolam, jaga kebersihan karena di sini juga sudah kami sediakan tong sampah yang lumayan banyak,” pungkasnya. (sya)



























