SUKABUMITIMES.com- Aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor wisata, pertanian hingga persoalan keberadaan BTS tower menjadi sorotan dalam kegiatan reses yang digelar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, di wilayah Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh dialog tersebut, warga kembali menyampaikan berbagai kebutuhan mendasar yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Salah satu yang paling menonjol adalah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai sudah lama mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan maksimal.
Hamzah mengungkapkan, pembangunan ruas jalan Cikalong-Cikarang yang akan direalisasikan tahun ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Cihaur dan Desa Kertajaya. Menurutnya, jalan tersebut sudah puluhan tahun menjadi keluhan warga karena kondisinya yang memprihatinkan.
“Alhamdulillah tahun ini ada pembangunan ruas jalan Cikalong-Cikarang. Ini menjadi harapan besar masyarakat Cihaur dan Kertajaya karena sudah sangat lama tidak tersentuh pembangunan. Hari ini, di era kepemimpinan Bupati Sukabumi, aspirasi itu bisa dijawab,” ujar Hamzah.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut akan didukung melalui skema pendanaan pemerintah sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, potensi wisata Desa Cihaur juga menjadi perhatian. Desa yang dikenal sebagai salah satu desa perintis wisata itu memiliki sejumlah destinasi alam yang dinilai memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan.
Hamzah menyebut keberadaan objek wisata alam berupa curug dan kawasan wisata lainnya berpotensi menjadi magnet bagi wisatawan jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Potensi wisatanya sangat bagus untuk dikembangkan. Ini akan kami dorong dan dukung agar mampu meningkatkan kunjungan wisata serta berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa,” katanya.
Ke depan, lanjut Hamzah, pemerintah desa bersama pihak perkebunan yang ada di wilayah tersebut akan menjalin kolaborasi untuk mengembangkan sektor wisata. Langkah itu dilakukan agar Desa Cihaur memiliki destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Di sisi lain, reses tersebut juga menyoroti polemik keberadaan BTS tower yang belakangan menuai keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurut Hamzah, banyak warga mulai merasa resah karena keberadaan beberapa menara telekomunikasi dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman.
Persoalan tersebut bahkan akan menjadi agenda khusus Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi dalam waktu dekat. Hamzah menegaskan pihaknya telah mengundang sejumlah perusahaan pemilik BTS tower untuk hadir dalam rapat dengar pendapat.
“Senin nanti kami akan membedah persoalan ini. Komisi II sudah mengundang beberapa perusahaan BTS tower. Ini bahkan sudah undangan yang ketiga kalinya,” tegasnya.
Ia mengingatkan, apabila perusahaan yang bersangkutan kembali mangkir dari undangan DPRD, pihaknya tidak akan segan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau tidak hadir lagi, kami akan menjalankan peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk segera memberikan rekomendasi kepada eksekutif terkait langkah-langkah penegakan aturan, termasuk kemungkinan penyegelan BTS tower yang bermasalah,” ujarnya.
Hamzah juga mengakui adanya informasi mengenai rencana aksi damai yang akan dilakukan warga terkait keberadaan sejumlah BTS tower. Menurutnya, gelombang protes masyarakat mulai muncul di beberapa kecamatan akibat kekecewaan terhadap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif terhadap undangan DPRD maupun instansi perizinan.
“Beberapa masyarakat di sejumlah kecamatan sudah mulai geram. Kita lihat nanti perkembangan selanjutnya dan menunggu itikad baik dari perusahaan-perusahaan tersebut,” pungkasnya. (stm)































