SUKABUMITIMES.com – Selama ini Kecamatan Waluran kerap dikenal hanya sebagai jalur alternatif yang menghubungkan wisatawan menuju kawasan wisata unggulan di selatan Kabupaten Sukabumi, seperti Pantai Minajaya, Palangpang hingga Ujung Genteng.
Namun di balik perannya sebagai daerah lintasan, Waluran diam-diam menyimpan potensi ekonomi yang terus tumbuh dan mulai menunjukkan daya tarik tersendiri. Berada di kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), Waluran kini berupaya membangun identitas baru melalui pengembangan sektor pertanian, UMKM, kuliner lokal, dan wisata edukasi berbasis masyarakat.
Jika daerah pesisir menawarkan panorama pantai dan ombak yang memikat, Waluran memilih jalur berbeda. Kecamatan ini mengangkat potensi pertanian sebagai daya tarik utama yang mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Salah satu komoditas yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Waluran adalah hanjeli atau jali-jali. Tanaman yang memiliki batang tegak dengan tinggi mencapai tiga meter itu bukan sekadar tanaman pangan biasa. Di tangan masyarakat setempat, hanjeli telah berkembang menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai edukasi.
Camat Waluran, Habiburahman, mengatakan bahwa hanjeli kini telah menjadi ikon daerah yang menarik perhatian banyak kalangan, termasuk akademisi dan praktisi pertanian.
“Di Waluran, tanaman hanjeli sudah menjadi primadona. Bahkan, banyak dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa dan praktisi pertanian dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, potensi hanjeli tidak hanya terletak pada hasil panennya sebagai bahan pangan alternatif. Komoditas tersebut juga telah diolah menjadi beragam produk turunan yang bernilai jual tinggi. Kondisi ini membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat citra Waluran sebagai sentra produk berbasis pertanian.
Di tengah upaya tersebut, pemerintah kecamatan juga terus mendorong pembangunan infrastruktur penunjang serta penguatan kapasitas UMKM agar mampu bersaing dan berkembang.
“Berbagai produk lokal yang dihasilkan masyarakat mulai mendapat perhatian dari berbagai pihak,” tuturnya.
Salah satu perwakilan warga setempat, Ali, mengungkapkan bahwa potensi wisata dan produk unggulan Waluran bahkan pernah menarik perhatian mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
“Produk dan potensi wisata di wilayah kami bahkan pernah dikunjungi langsung oleh Pak Sandiaga Uno. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan potensi yang ada,” katanya.
Ke depan, Waluran menargetkan transformasi yang lebih besar. Kecamatan ini tidak ingin hanya menjadi daerah yang dilewati kendaraan wisatawan menuju destinasi pantai. Waluran ingin hadir sebagai titik singgah yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari wisata edukasi pertanian, kuliner khas berbahan lokal, hingga pusat oleh-oleh hasil UMKM masyarakat.
Harapan tersebut diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian warga. Wisatawan yang singgah tidak hanya menikmati suasana pedesaan yang asri, tetapi juga berbelanja produk lokal dan mencicipi kuliner khas yang menjadi identitas daerah.
“Kami berharap Waluran bisa menjadi tempat istirahat, berbelanja, dan menikmati kuliner bagi para wisatawan. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa ikut terdongkrak,” tambah Ali. (stm)


























