BMKG Jabar Peringatkan Potensi Hujan di Sukabumi, Cuaca Didominasi Berawan hingga Hujan Ringan

SUKABUMITIMES.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat masih didominasi awan tebal hingga hujan dengan berbagai intensitas.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Sukabumi dalam beberapa hari ke depan berpotensi mengalami cuaca berawan, hujan ringan hingga hujan sedang dengan suhu udara relatif sejuk.

Dalam rilis prakiraannya, BMKG menyebutkan bahwa suhu di wilayah Sukabumi berkisar antara 19 hingga 26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni mencapai 70 hingga 99 persen.

Kondisi ini menunjukkan dominasi atmosfer lembap yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

“Secara umum, cuaca di Sukabumi didominasi berawan hingga hujan ringan. Namun pada periode tertentu, hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi terjadi,” demikian gambaran prakiraan BMKG pada Sabtu (18/4/2026).

BMKG juga menegaskan bahwa hujan di Jawa Barat cenderung turun pada sore hingga malam hari, sementara pagi hingga siang relatif lebih kondusif.

“Hujan lebih sering terjadi pada sore dan malam hari, sehingga masyarakat diimbau memanfaatkan waktu pagi hingga siang untuk aktivitas luar ruangan,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Secara regional, Jawa Barat masih berada dalam periode akhir musim hujan. Bahkan, BMKG memperkirakan musim hujan 2025–2026 baru akan berakhir pada April 2026.

“Musim hujan diprediksi berlangsung hingga April 2026,” ungkap BMKG dalam laporan iklimnya.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama mengapa potensi hujan masih sering terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Selain itu, BMKG juga mencatat bahwa Jawa Barat termasuk wilayah dengan potensi curah hujan menengah hingga tinggi pada awal tahun 2026. Kondisi ini berdampak pada masih aktifnya pembentukan awan hujan di berbagai daerah.

“Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat pada periode tertentu,” jelas BMKG.

Sementara itu, dalam analisis lebih luas, BMKG mengungkapkan bahwa secara umum curah hujan di Indonesia pada April 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah, namun tetap berpotensi hujan lokal.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah,” tulis BMKG dalam analisis dasarian.

Kondisi ini sejalan dengan karakter cuaca di Sukabumi yang cenderung berubah cepat, terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun intensitas hujan tidak selalu tinggi, masyarakat tetap harus mewaspadai potensi dampak hidrometeorologi.

“Perlu diwaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dalam durasi singkat,” ujar BMKG dalam prospek cuaca Jawa Barat.

Dengan kondisi tersebut, warga Sukabumi diimbau untuk tetap menjaga kesiapsiagaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah rawan bencana seperti longsor dan banjir.

BMKG menegaskan bahwa dinamika cuaca saat ini masih dipengaruhi oleh kondisi atmosfer global dan regional, termasuk kelembapan udara yang tinggi serta aktivitas gelombang atmosfer.

“Pertumbuhan awan hujan di Jawa Barat masih cukup aktif,” ungkap BMKG.

Sebagai penutup, BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan adaptasi terhadap kondisi cuaca yang dinamis.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” tegas BMKG. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *