SUKABUMITIMES.com — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Sukabumi tahun ajaran 2025/2026 yang dimulai sejak 6 April 2026 berlangsung lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Hingga akhir pekan ini, pelaksanaan ujian berbasis sistem web nasional tersebut telah menuntaskan fase Gelombang ke-2.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, yang dinilai mampu menjaga pelaksanaan tetap kondusif dan tertib.
“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA SMP sejauh ini berjalan sesuai harapan. Ini berkat kesiapan sekolah dan koordinasi yang baik dari semua pihak,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal resmi, pelaksanaan TKA SMP akan berlangsung hingga 16 April 2026. Saat ini, Disdikbud tengah mempersiapkan transisi menuju Gelombang ke-3 dan Gelombang ke-4 yang dijadwalkan dimulai serentak pada Senin, 13 April 2026.
Dari data sistem pelaporan digital Disdikbud, tingkat partisipasi siswa tercatat sangat tinggi. Hal ini menjadi indikator keberhasilan implementasi sistem ujian berbasis web yang terintegrasi secara nasional.
Novian menjelaskan, keberhasilan pada gelombang awal tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur yang telah dimitigasi sejak awal. Meski pengawasan dilakukan secara daring oleh tim penyelia provinsi, Disdikbud tetap menyiagakan ruang penyelia khusus serta tim helpdesk yang siaga selama 24 jam.
“Langkah ini penting untuk memastikan stabilitas akses ke server pusat tetap terjaga selama ujian berlangsung,” katanya.
Di tengah pelaksanaan TKA SMP yang masih menyisakan dua gelombang terakhir, Disdikbud Kota Sukabumi juga mulai mematangkan persiapan TKA untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Sesuai jadwal, pelaksanaan TKA SD akan digelar pada 20 hingga 30 April 2026.
Disdikbud saat ini terus melakukan pengecekan ulang terhadap kesiapan teknis, terutama terkait bandwidth internet dan sinkronisasi data Dapodik. Hal ini dilakukan guna memastikan keberhasilan yang dicapai di jenjang SMP dapat terulang di tingkat SD.
“Kami menargetkan hasil ‘zero residue’ seperti di SMP juga bisa tercapai di SD,” tambah Novian.
Disdikbud menegaskan bahwa TKA tahun ini menjadi instrumen penting dalam memetakan kemampuan akademik siswa secara objektif. Dengan sistem berbasis web nasional, data yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kota Sukabumi.
Hingga saat ini, seluruh sekolah tetap menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat guna menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan ujian di tengah pemanfaatan teknologi digital. (rus).






























