SUKABUMITIMES.com – Kabar duka menyelimuti dunia pertahanan dan akademisi Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) pukul 13.45 WIB dalam usia 84 tahun.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga. Putra almarhum, Vishnu Juwono, mengungkapkan bahwa jenazah sang ayah akan disemayamkan terlebih dahulu sebelum dimakamkan secara militer.
“Jadi rencananya besok akan disemayamkan di Gedung Urip Sumoharjo di Kementerian Pertahanan,” ujar Vishnu pada Sabtu.
Rencananya, prosesi penghormatan terakhir akan digelar di kantor Kementerian Pertahanan pada Minggu (29/3/2026) pagi. Setelah itu, jenazah akan langsung diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Vishnu juga menyebut bahwa upacara pemakaman akan dilakukan secara resmi dan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan saat ini, Sjafrie Sjamsoeddin.
“Dan setelah itu juga langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, gitu ya rencananya. Dan saya dengar rencananya akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Bapak Sjafrie Sjamsoeddin dalam upacara tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak keluarga berharap banyak pihak dapat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Vishnu menuturkan bahwa sang ayah memiliki jaringan luas, baik di kalangan akademisi maupun militer.
“Mudah-mudahan juga sahabat-sahabat beliau, ya, yang juga beliau cukup punya banyak kenalan selain di kalangan akademisi, khususnya Hubungan Internasional, juga kalangan TNI, ya, beliau juga punya kenalan dan kita harap mereka bisa memberikan silaturahmi dan penghormatan terakhir beliau di acara besok,” tandas Vishnu.
Sebagai tokoh penting di bidang pertahanan, Juwono Sudarsono dikenal pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kepergian Juwono menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, khususnya dalam dunia pertahanan dan ilmu hubungan internasional. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai akademisi sekaligus negarawan yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kebijakan pertahanan nasional. (*/sya)
































