SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kanada mengumumkan bantuan sebesar 22 juta dolar Kanada (sekitar Rp266,4 miliar) untuk lima inisiatif baru di Indonesia, dengan fokus utama pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipimpin perempuan, terutama di sektor makanan olahan.
Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, menyatakan bahwa bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kesiapan ekspor UMKM perempuan Indonesia.
“Saya dengan senang hati mengumumkan lebih dari 22 juta dolar Kanada untuk lima proyek baru yang akan membantu memperkuat kemitraan ekonomi Kanada dan Indonesia,” kata Sarai.
Dua proyek utama yang didanai adalah Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) dan Economic Linkages for Enhanced Value, Trade and Exports (ELEVaTE), masing-masing dengan dana 5 juta dolar Kanada (sekitar Rp60,5 miliar).
Proyek-proyek ini akan mendukung UMKM Indonesia, terutama yang dipimpin perempuan, dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan ekspor mereka.
Sarai juga menekankan bahwa inisiatif ini sejalan dengan prioritas pengembangan UMKM dan diversifikasi perdagangan Indonesia, serta mendukung implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kanada-Indonesia (CEPA).
“Kanada telah berkomitmen menyediakan 25 juta dolar Kanada untuk bantuan teknis dan peningkatan kapasitas guna membantu Indonesia mengimplementasikan CEPA,” ujarnya.
Selain itu, tiga inisiatif lain yang dibiayai mencakup penguatan kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim, peningkatan ketahanan ekonomi perempuan dan pemuda di wilayah pedesaan, serta peningkatan kualitas dan akuntabilitas pelayanan kebidanan. (*/sya)

































