SUKABUMITIMES.COM – Bupati Sukabumi Asep Japar (Asjap) secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Tournament dan Festival Karate Piala Bupati Sukabumi III Se-Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di GOR Venue Tinju Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/1/2026).
Acara pembukaan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, jajaran pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jawa Barat dan Forki Kabupaten Sukabumi, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi.
Kejuaraan yang diselenggarakan Forki Kabupaten Sukabumi ini diikuti ratusan atlet karate dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Total sebanyak 608 atlet ambil bagian dengan mempertandingkan 704 kelas.
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Kejurda Karate Piala Bupati Sukabumi III merupakan agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan atlet, khususnya cabang olahraga karate di daerah.
Menurut dia, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mengejar prestasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar-atlet karate di Jawa Barat.
“Kejuaraan ini bukan semata-mata tentang prestasi, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan di antara para atlet,” ujar Asep Japar.
Ia pun berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik, bertanding secara optimal, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play. Asep menegaskan, kemenangan harus diraih secara terhormat, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang dada.
“Persaingan hanya ada di arena pertandingan. Di luar arena, kita semua adalah saudara dalam keluarga besar karate Indonesia,” katanya.
Selain kepada atlet, Bupati juga mengingatkan para wasit dan juri agar memimpin pertandingan secara profesional, objektif, dan adil sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Ia berharap, kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Forki Kabupaten Sukabumi H. M. Kamaludin Zen menilai atlet karate di Sukabumi memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ia menyebut, Forki Kabupaten Sukabumi berkomitmen membenahi manajemen pembinaan atlet, termasuk dukungan pembiayaan bagi perguruan dan dojo.
“Saat ini terdapat delapan dojo aktif di Kabupaten Sukabumi. Pada 2026, kami fokus mempersiapkan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dengan target meraih medali emas, perak, dan perunggu,” ujar Kamaludin.
Ia juga memotivasi para atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah selama kejuaraan berlangsung.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Budiarkah menjelaskan, kejuaraan ini diikuti delapan perguruan karate yang ada di Sukabumi, yakni BKC, Budokai, Gabdika, Gokasi, Inkai, Inkanas, Shokaido, dan Wadokai. Dojo-dojo tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Panitia menyiapkan total hadiah pembinaan sebesar Rp 29 juta. Rinciannya, Juara Umum I berhak atas Piala Bupati Sukabumi dan uang pembinaan Rp 10 juta, Juara Umum II memperoleh Piala Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sukabumi serta uang pembinaan Rp 7 juta, dan Juara Umum III mendapatkan Piala Ketua Forki Kabupaten Sukabumi disertai uang pembinaan Rp 5 juta.
Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan Best of the Best Kumite Under 21 Putra dengan uang pembinaan Rp 1 juta, serta uang pembinaan masing-masing Rp 2,5 juta untuk dojo asal Kabupaten Sukabumi dan dojo dari luar Kabupaten Sukabumi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi bersama jajaran secara simbolis menyerahkan medali kepada para atlet di sejumlah kategori, di antaranya Pra Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri serta Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri. (rus)



























