SUKABUMITIMES.COM – Hujan dengan intensitas tinggi akibat dari cuaca ekstrem yang seharian menguyur kota Sukabumi mengakibatkan beberapa wilayah banjir maupun rumah warga terdampak langsung.
Berdasarkan data yang dihimpun redaksi sukabumitimes.com melalui BPBD Kota Sukabumi, hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan terjadinya banjir limpasan yang berdampak pada 10 unit rumah, Atap dan dinding rumah warga roboh.
Lokasi yang terdampak langsung akibat hujan dengan intensitas tinggi berupa banjir limpasan ini adalah Jalan Kapitan RT 01 RW 03 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu, Jl. Merdeka Kampung Situ Gede RT 01 RW 06 Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembursitu, serta Jl. Proklamasi Kampung Cipanas RT 01 RW 06 Kelurahan Cikundul Kecamatan. Lembursitu Kota Sukabumi.
Selain banjir limpasan, hujan deras yang berlangsung dari siang hingga malam hari pada Minggu (28/12/2025) menyebabkan dua rumah terdampak langsung, yakni dua atap rumah ambruk di Jl. Subang Jaya Kp. Ciaul Kaler RT 04 RW 17 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole kota Sukabumi serta rumah yang terletak di Jl. Merdeka Kampung. Cikundul Hilir RT 01 RW 04 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu. Sedangkan dinding rumah yang ambruk terjadi di Jalan Proklamasi Kampung Cipanas RT 01 RW 06 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Yosep Sabaruddin mengungkapkan cuaca ekstrem telah menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.
“Akibat hujan ini ada beberapa daerah yang mengalami banjir limpasan dan juga rumah warga terdampak langsung,” ungkap Yosep.
Kalak Yosep melanjutkan akibat banjir tersebut sempat merendam beberapa rumah rumah.
“Banjir ini merupakan banjir limpasan yang diakibatkan selokan tidak mampu menampung air yang besar atau selokan tertutup sampah sehingga menyebabkan air masuk ke rumah warga. Setidaknya ada 10 rumah terdampak langsung akibat banjir ini,” lanjutnya.
Masih kata Yosep, kita tim BPBD kota Sukabumi memang terus berjaga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga dan tidak diinginkan, seperti kejadian pada saat ini (Minggu red.).
“Ini sudah menjadi tugas kami sebagai anggota BPBD untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akibat bencana alam atau yang lainnya,” katanya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat kota Sukabumi untuk segera melaporkan apabila ada kejadian luar biasa akibat cuaca ekstrem ini.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati, karena cuaca ekstrem ini masih akan berlanjut, mengingat puncak musim hujan sebagaimana peringatan dini dari BMKG masih pada Januari hingga Februari 2026,” pungkasnya. (sya)
































