SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa praktik pungutan liar merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan dan daya saing dunia usaha.
Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Pekan Kopi Sukabumi yang berlangsung di halaman Kantor Pegadaian Jalan Pelabuhan 2 Kota Sukabumi pada Sabtu (27/12/2015) yang menurutnya bukan sekadar ajang kuliner, melainkan ruang strategis mendorong ekonomi kreatif kota.
Ayep menyampaikan, keterbatasan sumber daya bukan penghalang untuk maju.
Meski Kota Sukabumi tidak memiliki perkebunan kopi, nilai ekonomi tetap dapat tumbuh melalui kreativitas, inovasi, dan kualitas produk yang dihasilkan para barista dan pelaku usaha.
“Kita tidak punya kebun kopi, tapi kita punya kreativitas dan kualitas. Dari sanalah nilai tambah lahir,” kata Ayep, usai buka acara Pekan Kopi Sukabumi, Sabtu (27/12/2025).
Ia menekankan pentingnya rasa aman bagi pelaku usaha. Pemerintah Kota Sukabumi, kata Ayep, berkomitmen penuh menciptakan iklim usaha yang bersih, adil, dan bebas dari pungli.
“Siapa pun yang melakukan pungutan liar akan saya tindak tegas. Dunia usaha harus tumbuh tanpa rasa takut,” tegasnya.
Selain itu, Ayep mengajak pelaku usaha memanfaatkan dukungan perbankan dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar usaha lokal mampu naik kelas dan bersaing.
Terkait pajak, Ayep menegaskan tidak ada rencana kenaikan. Pajak diposisikan sebagai instrumen gotong royong untuk pembangunan daerah, bukan sebagai beban.
“Pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, pelayanan publik, dan penguatan kelembagaan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, jika Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp200 miliar, maka anggaran tersebut akan dialokasikan secara proporsional untuk infrastruktur, pelayanan publik, serta dukungan terhadap Forkopimda.
Menutup pernyataannya, Ayep menegaskan bahwa kemajuan Kota Sukabumi hanya bisa dicapai dengan pemerintahan yang jujur, aparatur yang berintegritas, serta dunia usaha yang tumbuh dalam iklim yang sehat dan transparan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Rahmat Sukandar menyampaikan bahwa PAKANSI ini merupakan salah satu program unggulan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi untuk menata kebaikan, khusunya dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Kita sadar betul bahwa ekonomi kreatif ini merupakan tulang punggung dari pertumbuhan perekonomian Kota Sukabumi. Karena kita tidak mempunyai sumber daya alam, tidak mempunyai tidak punya obyek wisata yang ikonik, maka ekonomi kreatif lah yang jadi tulang punggungnya,” ujar Rahmat Sukandar dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Rahmat Sukandar menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan berbagai pihak.
“Terimakasih kepada pegadaian yang sudah memfasilitasi PAKANSI ini, kita berkolaborasi dengan Dekranasda, tim ekonomi kreatif, dan terutama para penggiat kopi Kota Sukabumi. Karena hanya dengan kolaborasi dan sinergi lah kita bisa menjadi hebat dan kuat,” pungkasnya (uml/sya)
































