SUKABUMITIMES.COM – Demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin manusiawi dan terukur, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi memperkenalkan sebuah terobosan baru: Duta Pelayanan.
Program ini hadir sebagai jawaban atas meningkatnya jumlah kunjungan pasien dan tantangan pelayanan yang masih dirasakan masyarakat.
Saat ini, rumah sakit yang menjadi rujukan utama masyarakat Sukabumi Raya tersebut melayani rata-rata 700 hingga 800 kunjungan poliklinik setiap hari. Beban besar itu menuntut sistem pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga ramah serta penuh kepastian.
Beberapa kendala seperti keterlambatan sebagian dokter, waktu tunggu obat yang belum ideal, serta kurang optimalnya alur informasi kepada pasien menjadi perhatian serius rumah sakit. Di sinilah kehadiran Duta Pelayanan mengambil peran sentral.
Konsep Duta Pelayanan dirancang sebagai personel khusus yang mendampingi pasien mulai dari pendaftaran hingga selesai menerima layanan.
Prinsip utamanya tegas: “Pasien diam, petugas yang bergerak.”
Duta Pelayanan menjadi wajah keramahan rumah sakit—memberikan informasi yang pasti, mendampingi alur pelayanan, dan menjadi jembatan komunikasi lintas unit seperti pendaftaran, poliklinik, laboratorium, hingga farmasi.
Mereka tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi memastikan pasien tidak perlu lagi menunggu tanpa kejelasan.
Manajemen RSUD menyebut Duta Pelayanan sebagai “tangan dan hati rumah sakit”. Pendekatan humanis dan empatik menjadi kunci di tengah laju pelayanan yang harus tetap cepat.
Proaktif — petugas menghampiri pasien
Empatik — mengutamakan kebutuhan dan ketenangan pasien
Solutif — menyelesaikan hambatan tanpa menunda
Terintegrasi — bekerja dalam jaringan informasi pelayanan
Ruang lingkup pendampingan mencakup seluruh perjalanan pasien:
Pra-Kedatangan
Menghubungi pasien berjadwal untuk memastikan kesiapan dan persyaratan.
Memberikan informasi panduan kedatangan.
Saat Kedatangan
Menyambut dan membantu pendaftaran cepat terutama bagi pasien rentan.
Mengarahkan pasien menuju unit layanan dengan jelas.
Saat Pemeriksaan
Memastikan kehadiran dokter dan memberi informasi jika ada perubahan jadwal.
Memberikan estimasi waktu pemeriksaan.
Layanan Penunjang & Farmasi
Memantau proses hasil pemeriksaan penunjang.
Mengawal pengambilan obat agar sesuai standar waktu (≤30 menit).
Pasca Pelayanan
Melakukan follow up kepuasan pasien dan menyerap umpan balik perbaikan.
Didukung Kompetensi Khusus
Untuk menjalankan tugas tersebut dengan profesional, setiap Duta Pelayanan memiliki standar kompetensi:
- Minimal pendidikan D3 (administrasi, keperawatan, humas, atau manajemen pelayanan kesehatan)
- Pelatihan etika pelayanan publik, hospitality, komunikasi efektif, dan pengoperasian SIMRS
Penampilan rapi, sikap ramah, dan responsif
Penempatan pun strategis:
Koordinator di bawah Bidang Pelayanan/Muti, Duta di tiap poli utama, farmasi, penunjang, dan front office
Berorientasi pada Hasil Terukur
Program ini mengusung indikator kinerja yang jelas, di antaranya:
- ≥90% pasien menyatakan puas
- ≥95% akurasi informasi jadwal dokter
- ≤30 menit rata-rata waktu tunggu obat
- ≤10 menit waktu respon keluhan pasien
- Keterlambatan layanan karena miskomunikasi <5% per bulan
Untuk memperlancar tugas, para duta dibekali seragam identitas khusus, perangkat komunikasi, serta akses pada dashboard informasi status pasien.
“Gerak cepat, senyum tulus, pasien puas.”
Dengan nilai dasar:
- Senyum: keramahan tanpa batas
- Sapa: komunikasi yang menenangkan
- Sigap: cepat tanggap
- Selesaikan: masalah tuntas, pasien pulang dengan nyaman
Bangun Budaya Pelayanan Prima
Melalui program ini, RSUD R. Syamsudin, SH berharap pelayanan semakin ringkas, informatif, dan menghadirkan rasa aman di hati pasien serta keluarga. Citra rumah sakit pun diharapkan semakin kokoh sebagai institusi publik yang responsif dan profesional.
Terobosannya sederhana, namun berdampak: menghadirkan pendamping khusus yang memastikan setiap pasien benar-benar dilayani, bukan hanya dilimpahkan ke antrean
Karena di rumah sakit, pelayanan terbaik bukan hanya soal kesembuhan—tetapi juga tentang bagaimana pasien merasa dihargai sebagai manusia.
Hal ini di sampaikan Direktur Utama RS . Syamsudin SH H. Yanyan Rusyandi Melalui pesan WhatsApp pada Jumat (5/12/25). (rus)
































