SUKABUMITIMES.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana secara resmi membuka kegiatan Refleksi dan Apresiasi Guru serta Tenaga Kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi tahun 2025.
Acara tersebut digelar di Aula SMKN 1 Kota Sukabumi pada Senin (24/11/2025) dan menjadi momentum penting menjelang peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh setiap 25 November.
Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan bahwa terdapat 41 guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan yang masuk dalam nominasi penghargaan tahun ini.
Menurutnya, pemberian apresiasi kepada para pendidik adalah langkah tepat karena guru merupakan sosok yang berjasa besar dalam membangun karakter dan kecerdasan generasi bangsa.
“Guru layak mendapatkan penghargaan atas dedikasi mereka,” ujar Bobby.
Bobby menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga dibentuk melalui peran keluarga. Ia mengajak para orangtua untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi anak-anaknya sehingga terjadi sinkronisasi antara pola pendidikan di sekolah dan di rumah. Kolaborasi tiga unsur—guru, orangtua, dan murid—menurutnya, menjadi kunci keberhasilan pendidikan.
Menjelang Hari Guru Nasional, Bobby mengucapkan selamat kepada seluruh guru di Kota Sukabumi. Ia berharap para pendidik dapat menjadi jembatan antara murid dan masa depan mereka.
“Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar dapat memberikan arahan terbaik,” tuturnya.
Bobby juga menekankan pentingnya peran guru dalam membangun karakter, membimbing penggunaan media sosial secara bijak, menemukan bakat, hingga memunculkan potensi diri setiap murid.
Selain itu, Bobby menyoroti pentingnya soliditas antara guru, orangtua, dan murid. Menurutnya, ketiganya adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan yang berkualitas. Ia berharap harmonisasi ini semakin kuat demi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi menegaskan bahwa kegiatan refleksi ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengevaluasi perjalanan pendidikan selama satu tahun ke belakang. Evaluasi tersebut, katanya, menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih bermutu ke depannya.
“Guru adalah pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Novian.
Novian juga menyampaikan bahwa terdapat 41 nominasi apresiasi untuk sekolah, guru, dan tenaga kependidikan berprestasi di Kota Sukabumi. Ia menekankan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk penghargaan nyata pemerintah daerah terhadap kontribusi para pendidik.
Terkait persoalan guru honorer, Novian mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 531 tenaga honorer, dengan sekitar 360 orang berstatus non-P3K. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dinas Pendidikan.
“Kami terus berupaya keras memperjuangkan kejelasan status mereka. Ini bukan hanya masalah Kota Sukabumi, tetapi masalah nasional,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat segera memberikan regulasi yang jelas agar tidak terjadi kekosongan guru di ruang-ruang kelas. (rus)





























