Wali Kota Ayep Zaki Tegaskan Bersih-Bersih di Mulai dari Tingkat Kelurahan

SUKABUMITIMES.COM — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri sekaligus membuka pelatihan pencegahan dan penanganan lingkungan hidup di Aula Kelurahan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri para pengusaha, perangkat daerah, dan masyarakat sebagai upaya bersama menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam sambutannya, Ayep menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dinilai harus berjalan beriringan menjaga lingkungan.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat bagus karena pembangunan harus dimulai dari tingkat bawah,” ujarnya.

Selain menyinggung kebersihan lingkungan, Ayep juga menegaskan langkah tegas Pemerintah Kota Sukabumi dalam melakukan pembersihan internal dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurutnya, aparatur pemerintah harus bersih dan memiliki kompetensi agar pelayanan publik lebih optimal.

“Pemerintah Kota akan terus melakukan peningkatan kompetensi aparatur agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Ini bagian dari pengabdian kami untuk warga. Pedih dan perih, tetapi semua untuk kebaikan,” kata Ayep.

Secara khusus, Ayep menyoroti kinerja dan sumber daya manusia di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi yang dinilainya masih memiliki tantangan besar. Ia berjanji akan melakukan peningkatan kapasitas SDM di perusahaan daerah tersebut.

“SDM menjadi kunci penting. Kalau SDM kita naikkan, momentum penegakan kebenaran bisa lebih kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Warudoyong, Nuke Nurulaini, menyatakan bahwa pelatihan ini diharapkan memperkuat koordinasi antar pihak. Ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan maupun pemberantasan KKN merupakan bagian dari gerakan bersama.

Nuke mengibaratkan kolaborasi itu seperti sapu lidi.

“Jika kita bersatu, tujuan apa pun akan lebih mudah terwujud,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kelurahan akan terus menggandeng RT/RW dan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Kesadaran itu, menurut Nuke, sangat penting untuk mencegah persoalan klasik seperti banjir. Ia mencontohkan, membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, hanya akan memperparah risiko saat musim hujan. Karena itu, edukasi warga terus digelorakan.

Selain mengedukasi soal tidak membuang sampah sembarangan, pihak kelurahan juga mendorong warga agar mampu memilah sampah. Sampah yang bisa didaur ulang diharapkan mampu memberi manfaat tambahan, termasuk mendukung ketahanan pangan warga.

“Menjaga kebersihan adalah investasi untuk masa depan kita semua. Ini bukan hanya tentang lingkungan yang sehat, tetapi juga keberlanjutan hidup masyarakat Warudoyong dan Kota Sukabumi,” kata Nuke menutup sambutannya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *